blank
Proses evakuasi pengungsi di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Prakiraan cuaca Kudus pada Kamis, 15 Januari 2026, menunjukkan potensi hujan yang dapat terjadi hampir sepanjang hari. Kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang, bahkan berpeluang disertai petir pada malam hari. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00–07.00 WIB, cuaca di Kabupaten Kudus diprakirakan berawan dengan suhu udara sekitar 23 derajat Celsius. Udara terasa lembap dengan langit tertutup awan tebal, menjadi indikasi awal meningkatnya potensi hujan.

Memasuki pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, hujan mulai turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Suhu udara relatif stabil di kisaran 23 derajat Celsius, sementara tutupan awan semakin rapat. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga, khususnya yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.

Pada pukul 12.00 WIB, hujan diperkirakan mereda sementara dan cuaca berubah menjadi berawan. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, hujan ringan kembali turun di sejumlah wilayah Kudus dengan suhu udara meningkat tipis hingga 24 derajat Celsius.

Menjelang sore, pukul 15.00–17.00 WIB, cuaca cenderung berawan dan berpotensi diselingi hujan lokal. Meski intensitasnya tidak merata, hujan tetap berpeluang menimbulkan genangan air, terutama di wilayah rawan banjir. Suhu udara perlahan turun ke kisaran 22–23 derajat Celsius.

Pada malam hari, pukul 18.00–20.00 WIB, potensi hujan kembali meningkat. Bahkan, sekitar pukul 19.00–20.00 WIB, terdapat peluang hujan disertai badai petir. Warga diimbau lebih berhati-hati, terutama saat berkendara atau melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari.

Memasuki larut malam, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, cuaca di Kudus diprakirakan berawan dengan peluang hujan lokal di beberapa titik. Suhu udara berada di kisaran 21 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang masih tinggi.

Sementara itu, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus belum sepenuhnya surut. Saat ini, banjir masih terkonsentrasi di kawasan cekungan yang kerap menjadi langganan banjir tahunan, seperti di Kecamatan Mejobo, Jati, dan Kaliwungu.

Akibat bencana banjir tersebut, ratusan warga Kudus dilaporkan terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah dan relawan.

Ali Bustomi