MAGELANG( SUARABARU.ID); Momentum perayaan Natal Bersama Kota Magelang mengingatkan seluruh umat Kristiani di Kota Magelang, untuk mengajak umat Kristiani di Kota Magelang menyakini Allah hadir di tengah keluarga. Hal itu selarasa dengan tema Natal kali ini, Allah hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
“Keluarga adalah sel terkecil dalam masyarakat. Dalam keluarga tidak selalu mulus. Kadang ada tantangan, konflik dan lain sebagainya. Dengan tema ini, kita diingatkan bahwa sebagaimanapun keluarga, kita diajak untuk menghadirkan Allah,” kata Vikaris Episkopal (Vikep) Kedu Romo Antonius Dodit Haryono Pr usai perayaan Natal Bersama Kota Magelang yang dilaksanakan di Pendopo
Gereja Katholik Paroki Santo Ignatius, Kota Magelang, Rabu (14/1/2026).
Romo Dodit mengatakan, dengan tema tersebut manusia diingatkan untuk sungguh menyakini Allah hadir dalam setiap keluarga umat-Nya. Selain itu, masing-masing keluarga untuk tetap menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Menuruntya, melalui tema Natal tersebut, umat Kristiani diingatkan untuk selalu menghadirkan Allah di tengah-tengah keluarganya. Karena, keluarga merupakan sel terkecil dalam masyarakat yang dalam kehidupan sehari-haria tidak selalu mulus. kadang ada tantangan, konflik dan lain sebagainya.
“Dalam bahasa Rasul Yohanes, mengatakan Allah itu adalah Kasih. Atau dalam Bahasa Latinnya, Deus Caritas Est”,”katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, karya keselamatan dimulai dari lingkup yang paling mendasar, yakni keluarga. Dari keluarga tersebut nilai-nilai kehidupan ditanamkan, karakter dibentuk dan masa depan dipersiapkan.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi cinta kasih. Dari keuraga tersebut kita belajar tentang pengorbanan, kesabaran, pengampunan, dan ketulusan. Ketika Allah dihadirkan dalam keluarga, maka keluarga menjadi sumber kekuatan,ketika keluarga kuat, masyarakat akan tumbuh dengan sehat, damai dan bermartabat,”katanya.
Menurutnya, tema Natal 2025 ini yakni, “Allah hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, mengingatkan ketika Allah dihadirkan di dalam keluarga, maka keluarga menjadi sumber kekuatan . Selain itu, ketika keluarga kuat, masyarakat akan tumbuh dengan sehat, dama dan bermartabat.
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh umat Kristiani untuk menjadikan terang Natal sebagai semangat pengabdian. Selain itu, menghadirkan kasih di tengah lingkungan, menebarkan damai dalam perbedaan dan rawat persaudaraan sebagai kekuatan bersama. W. Cahyono













