Di Kecamatan Kaliwungu, air pun juga belum sepenuhnya surut. Di Desa Setrokalanhan, genangan dengan ketinggian hingga pinggang orang masih terjadi dan merendam kawasan pemukiman.
Sementara, di Kecamatan Jati, beberapa titik yang semula masih aman, saat berita ini diturunkan mulai direndam banjir di antaranya Desa Jetiskapuan, dan Tanjungkarang.
Bahkan saat ini dilaporkan mulai ada warga yang sudah meminta untuk dievakuasi karena air sudah masuk rumah-rumah. Warga tersebut dievakuasi ke tempat pengungsian di Aula Kecamatan Jati.
Kasi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus Ahmad Munaji mengatakan hingga Rabu 14 Januari 2026, bencana hydrometrologi basah yang menimpa Kudus beberapa hari terakhir ini berdampak dan menyebar hingga ke sembilan kecamatan yang ada di Kudus.
Selain tanah longsor di kawasan atas, banjir menggenang di 31 desa secara menyebar di tujuh kecamatan.
Data sementara, ada 161 jiwa warga yang mengungsi dan kemungkinan akan bertambah lagi. Titik pengungsian berada di tiga tempat yakni di TPQ dan Madin Desa Pasuruhan Lor serta di Aula Kecamatan Jati.
“Untuk gelombang pengungsi baru dari Jetiskapuan, ditampung di Aula Kecamatan Jati,”kata Munaji.
Ali Bustomi













