KUDUS (SUARABARU.ID) – Genangan air banjir yang sempat merendam ruas Jalan Pantura Kudus–Pati selama beberapa hari terakhir, pada Rabu (14/1/2026) pagi ini telah surut. Namun, dampak banjir tersebut menyisakan kerusakan cukup parah pada badan jalan, terutama berupa lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Jajaran Satlantas Polres Kudus yang mendapat banyak keluhan atas kondisi jalan Pantura tersebut, langsung melakukan pengecekan di lapangan.
KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Zubaedi, menyampaikan bahwa kerusakan jalan terjadi akibat rendaman banjir yang berlangsung cukup lama. Struktur aspal melemah hingga akhirnya mengalami kerusakan serius setelah dilewati kendaraan, khususnya kendaraan berat.
“Berdasarkan pantauan dan aduan masyarakat, ditemukan adanya jalan berlubang di sepanjang ruas Jalan Pantura Timur Kudus–Pati. Kondisi jalan cukup parah setelah beberapa hari terendam banjir,” ujar Iptu Zubaedi.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Kudus berkoordinasi dengan PPK 32 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna melakukan penanganan darurat. Saat ini, proses penambalan jalan berlubang telah dilaksanakan agar jalur Pantura tetap aman dilalui.
Meski kondisi jalan mengalami kerusakan, arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau tetap berjalan lancar. Arus kendaraan dari arah Pati menuju Kudus maupun sebaliknya dilaporkan ramai lancar tanpa kemacetan berarti.
“Untuk situasi arus lalu lintas dari arah Pati ke Kudus maupun dari Kudus ke Pati terpantau ramai lancar,” tambahnya.
Baniir Rendam 31 Desa
Sementara, informasi yang ada, genangan banjir masih terjadi di sejumlah wilayah khususnya Kecamatan Mejobo seperti di Desa Temulus, Kesambi hingga Payaman. Kondisi jalan Kudus-Mejobo pun masih tergenang cukup dalam sehingga kendaraan kecil dan roda dua masih belum berani melintas.













