SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT mengatakan, penguatan karakter mahasiswa menjadi kunci utama dalam menghadapi era disrupsi, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
”Tantangan terbesar mahasiswa saat ini, terletak pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang bersifat eksponensial,” katanya, dalam talkshow Rektor Menyapa, yang disiarkan melalui USM Jaya FM dengan tema ‘Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Disrupsi’, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, dunia kerja tidak lagi berjalan secara stagnan seperti sebelumnya. Melainkan terus bergerak, mengikuti perkembangan teknologi digital dan otomasi. Kondisi itu memunculkan berbagai profesi baru, sekaligus menggeser sejumlah pekerjaan tradisional.
BACA JUGA: Rektor USM Tandatangani Kontrak Kinerja PT Berdampak 2026
”Dunia kerja sekarang tidak lagi stagnan. Banyak profesi baru bermunculan, sementara pekerjaan tradisional mulai tergantikan oleh teknologi,” ungkapnya.
Selain tantangan global, mahasiswa juga dihadapkan pada persoalan personal. Seperti distraksi digital, kesenjangan literasi teknologi, hingga tekanan mental akibat tuntutan zaman.
Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat, daya saing, serta kemampuan berpikir kritis, agar tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.
BACA JUGA: Tim PKM Dosen Teknik Elektro USM Gelar Pelatihan Internet of Things Tingkat Lanjut
”Sebagai langkah konkret, Universitas Semarang memperkuat pembinaan karakter mahasiswa dengan mengintegrasikan nilai etika, integritas, dan tanggung jawab, dalam kurikulum serta aktivitas pembelajaran. Kampus juga menegakkan disiplin akademik, budaya riset yang jujur, dan kebijakan antiplagiarisme, sebagai fondasi pembentukan karakter,” tutur dia lagi.
Di luar kegiatan akademik, Supari juga menyebut, USM menyediakan berbagai wadah pengembangan diri, melalui organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, forum diskusi, dan komunitas kreatif, untuk melatih kepemimpinan, kolaborasi, serta empati mahasiswa.
Pada tahun ini, USM memberikan perhatian lebih pada penguatan soft skill dan leadership mahasiswa, melalui pelatihan komunikasi publik, manajemen konflik, kepemimpinan kolaboratif, hingga kemampuan problem solving yang berbasis persoalan nyata di masyarakat.
BACA JUGA: 13 Mahasiswa Ilkom USM Susuri Bukit Diponegoro Semarang
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat, seperti KKN tematik, kegiatan relawan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, terus ditingkatkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab.
”Kami berharap, mahasiswa Universitas Semarang mampu menjadikan integritas sebagai fondasi utamanya, dalam menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Kecerdasan dan keterampilan akan kehilangan nilainya, jika tidak dibarengi dengan karakter yang baik,” terang dia.
Ditegaskan Supari, dengan penguatan karakter, mahasiswa USM diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi generasi yang adaptif, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Riyan













