blank
Kyai Aunur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd., Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Jepara pada acara Yayasan Peluk Jepara , Kamis 1 Januari 2026. Foto: Septiana Wibowo

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Untuk mengawali program pelestarian seni ukir tahun 2026, Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Pengukir Perempuan RA Kartini dan Paguyuban  Pengukir Sungging Prabangkara telah menggelar doa bersama. Mereka memohon berkah dan “kekuatan dari “langit” melalui doa yang disampaikan oleh Kyai Aunur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd.,  Ketua Tanfidziyah    MWC NU Kecamatan Jepara, Kamis 1 Januari 2026

blank

Acara yang berlangsung di Jepara Wood Carving Gallery ini dihadiri juga oleh anggota DPRD Jepara Tri Budi Cahyono, unsur pembina Dr Muh Fahrihun Na’am S.Sn, M.Sn, Indria Mustika M.Pd, jajaran pengurus dan pengawas, maestro musik Jepara Kris Boediyanto  serta anggota paguyuban pengukir perempuan R.A. Kartini dan Sungging Prabangkara. Juga relawan bahasa Amaliyatul Hidayah Rofiq S.S. dan Septiana Wibowo yang secara rutin setiap hari Minggu melatih para pengukir ketrampilan bahasa Inggris. Acara ini juga diisi dengan  diskusi pelestarian seni ukir

blank
Anggota DPRD Jepara Tri Budi Cahyono dalam dsesi tanya jawab dengan para pelestari ukir. Foto: Septiana Wibowo

Menurut Kyai Aunur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd.,  doa di awal tahun untuk mengawali program adalah ikhtiar yang baik agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan berkah atas usaha luhur melestarikan seni budaya ukir Jepara. “Disamping  itu juga diperlukan kekompakan, kreatifitas, inovasi dan terobosan serta jaringan yang kuat,” ujarnya. Tak mudah melestarikan seni budaya yang telah semakin di tinggalkan pewarisnya, tambahnya

Karena itu menurutnya diperlukan dukungan dari dunia pendidikan, sebab pewarisan budaya yang paling efektif adalah melalui pendidikan untuk menumbuhkan minat dan rasa cinta siswa  pada seni ukir.

blank
Budi Mulyo “Miniatur” saat menyampaikan pemikirannya tentang pelestarian seni ukir. Foto: Septiana Wibowo

Sementara Tri Budi Cahyono menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap kehadiran Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama paguyuban Kartini dan Sungging Prabangkara dengan visi utama melestarikan seni ukir. “Ini tidak mudah sebab seni ukir telah semakin di tinggalkan pewarisnya,” ujarnya.

“DPRD  tentu akan mendukung ikhtiar yang dilakukan oleh Peluk Jepara. Karena disamping selaras  dengan visi Jepara Mulus, juga merupakan upaya nyata untuk melestarikan budaya khas Jepara ini,” tegasnya

blank
Peserta doa bersama mengawali tahun 2026. Foto: Dok

Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto saat mengantarkan acara ini mengungkapkan, setelah diresmikan oleh  Bupati Jepara pada tanggal 6 November 2025, telah dilakukan pelatihan ukir bagi pelajar yang diikuti 175 siswa SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan MA.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jepara dan Kepala Disparbud Jepara yang telah mengijinkan kami untuk menempati tempat yang sangat strategis di Pantai Kartini Jepara, tepat di pintu masuk dan keluar Karimunjawa. “Kami ingin mulai berlari saat musim kunjungan wisata tahun 2026 nanti,” tutur Hadi

Septiana Wibowo