blank
Komisioner KPU Grobogan, Ngatiman, saat memberikan pemaparan di hadapan para siswa SMAN 1 Grobogan. Foto: dok KPU Grobogan./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Grobogan terus memperkuat fondasi demokrasi melalui program Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan yang menyasar pemilih pemula secara edukatif dan partisipatif pasca pemilu.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Grobogan berupaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak usia sekolah dengan pendekatan yang komunikatif dan relevan bagi generasi muda.

KPU Grobogan secara khusus menjadikan pelajar sebagai sasaran utama Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan guna membangun pemahaman awal mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih.

BACA JUGA : Konsumsi Pertamax Green Berkandung Nabati Meningkat

Program ini berlangsung di Aula SMAN 1 Grobogan dan melibatkan ratusan siswa kelas XI dan XII yang tergolong sebagai pemilih pemula pada pemilu mendatang.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar pada Senin, 15 Desember 2025, dengan menghadirkan Anggota KPU Grobogan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Ngatiman, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Ngatiman menjelaskan peran strategis KPU Grobogan pasca pemilu dan pemilihan dalam menjaga kesinambungan partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa KPU Grobogan tidak hanya berfokus pada tahapan pemilu, tetapi juga mengedepankan pendidikan politik sebagai upaya jangka panjang memperkuat demokrasi.

Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat menuju pemilu berikutnya memerlukan pendekatan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan.

“KPU Grobogan melakukan sosialisasi dan pendidikan berkelanjutan kepada pemilih pemula di SMAN 1 Grobogan hari ini guna meningkatkan partisipasi masyarakat pasca Pemilu 2024,” ujar Ngatiman.

Ia menambahkan bahwa pemilu merupakan sarana utama pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia.

Keterlibatan aktif pemilih, lanjutnya, menjadi faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berintegritas.

Ngatiman menilai bahwa rendahnya partisipasi pemilih berpotensi melemahkan legitimasi kekuasaan serta mengurangi kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

BACA JUGA : Kemenkop Siapkan Command Center dan Call Center untuk Awasi Koperasi

“Sosialisasi dan pendidikan pemilih tidak dapat dipisahkan, karena sosialisasi tanpa pendidikan tidak melahirkan kesadaran berdemokrasi,” tegas Ngatiman di hadapan para siswa.

Ia mengingatkan bahwa demokrasi tanpa pendidikan politik berisiko melahirkan praktik-praktik transaksional yang menjauh dari nilai demokrasi substantif.

Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi instrumen penting dalam membentuk pemilih yang rasional dan bertanggung jawab.

Ngatiman menekankan bahwa pendidikan politik bertujuan mencetak pemilih yang kritis, ilmiah, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pengetahuan.

“Ada output dari pendidikan politik, yakni memunculkan kerelawanan hasil dari kesadaran berdemokrasi tanpa pamrih,” tambah Ngatiman menutup materinya.

BACA JUGA : Polres Batang Luncurkan “Chat Pak Polisi” dan “Ngobrol Kamtibmas”

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Grobogan, Eri Haryanto, mengapresiasi kehadiran KPU Grobogan dalam memberikan Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan kepada pemilih pemula.

Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan yang menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini.

Menurut Eri, Indonesia sebagai negara demokrasi berdasarkan UUD 1945 menuntut generasi muda memahami peran KPU Grobogan dalam Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan sebagai bagian dari proses demokrasi yang berkelanjutan.

TYA WIDYA