blank

SEMARANG SUARABARU.ID: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah semakin kreatif dalam menggarap potensi wisata lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pariwisata yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Saleh mengatakan bahwa potensi wisata di Jawa Tengah semakin berkembang seiring meningkatnya kreativitas dan inovasi para pengelola destinasi wisata.

Menurutnya, tren positif ini harus diimbangi dengan terobosan pemerintah dalam mengembangkan paket wisata, promosi, serta infrastruktur pendukung.

“Pemprov harus lebih kreatif dan responsif melihat potensi yang terus bertumbuh. Wisata lokal kita semakin menarik dan inovatif, tinggal bagaimana pemerintah mengelola peluang ini agar berdampak besar pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa sektor pariwisata pada 2025 mengalami geliat signifikan. Kunjungan wisatawan nusantara mencapai 53 juta orang, yang datang melalui bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api di berbagai wilayah Jateng.

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) telah menembus 500 ribu orang dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun.

Tingginya kunjungan wisata turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan III tahun 2025, laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata mencatatkan angka tertinggi, yakni 11,79 persen.

Saleh juga meminta pemerintah daerah mempersiapkan diri menyambut penyelenggaraan berbagai event pada 2026. Pemprov Jateng telah merilis Calendar of Event 2026 yang mencantumkan 365 event di 35 kabupaten/kota sepanjang tahun depan.

Event tersebut meliputi seni pertunjukan, musik, tari, drama, teater tradisional dan modern, festival, karnaval, tradisi budaya, hingga kegiatan pariwisata olahraga (sport tourism).

Menurut Saleh, banyaknya event itu menunjukkan luasnya potensi budaya, kreativitas, dan tradisi masyarakat. Ia meyakini rangkaian kegiatan tersebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tarik wisata Jateng di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ratusan event ini bukan sekadar hiburan, tetapi peluang besar untuk meningkatkan perputaran ekonomi dan memperkokoh identitas budaya kita. Pemerintah harus memastikan penyelenggaraannya maksimal agar manfaatnya terasa hingga ke daerah,” katanya.

Saleh menegaskan bahwa dengan pengelolaan yang lebih kreatif, sektor pariwisata Jawa Tengah berpeluang menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi daerah di tahun-tahun mendatang.