blank
Proses pencabutan paku yang menancap di kaki anjing berlangsung menegangkan. Sebab, anjing yang sudah dibrangus dan dipegangi petugas dari Unit K-9 Polres Wonogiri, beraksi karena kesakitan.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kepercayaan masyarakat terhadap personel fire fighter di Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, terasa begitu berlebihan. Betapa tidak ? Karena hampir semua kesulitan yang melilit warga, muaranya dibawa ke Markas Damkar.

Personel Damkar diminta menangkap satwa liar seperti ular dan biawak yang masuk ke pemukiman warga, serta ngundhuh sarang lebah yang keberadaanya membahayakan masyarakat. Juga diminta mencopot cincin dan anting yang manjing di jari tangan dan di daun telinga, serta borgol yang melilit lengan. Di kesempatan lain, diminta mengangani orang kesetrum listrik di bangunan bertingkat, kucing yang kecemplung sumur. Semuanya meminta bantuan petugas Damkar. Itu dilakukan, ketika upaya mengatasi kesulitan secara mandiri, menjadi mentok tidak membawa hasil.

Giliran semalam, menyusul seorang warga Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, membawa serta anjing piaraannya yang kakinya tertancap paku. Kepada petugas Damkar, meminta untuk memberikan pertolongan dapat mencabutnya.

Sebab pemilik anjing, Asti, di Dusun Bulusari RT 2/RW 3 Desa Bulusulur, Wonogiri, tidak lagi berdaya untuk menanganinya. Bahkan pertolongan yang diberikan oleh anggota keluarganya, nyaris berujung fatal. Sebab, terancam akan digigit anjing yang kesakitan, saat paku yang menancap di kakinya akan dicabut paksa.

Kepala Satpol-PP Joko Susilo dan Kabid Damkar Pemkab Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, kasus ini ditangani oleh Regu-4 Damkar Wonogiri Pimpinan Komandan Regu (Danru) Suswanto. Tapi awalnya mengalami kesulitan. ”Karena kami belum memiliki pengalaman menangani anjing, dan kami tidak punya brangus (pengaman mulut) anjing,” tutut Sriyanto Kembo.

Sebagai solusinya, pihak Damkar kemudian meminta bantuan personel Polres Wonogiri dari Unit K-9, yang memiliki pengalaman teknis pemeliharaan anjing. Yang lengkap mempunyai fasilitas peralatan pendukungnya. Termasuk memiliki alat brangus mulut anjing.

Untuk diketahui, K-9 adalah sebutan anjing pintar yang terlatih untuk anjing pelacak. Yang keberadaannya, menjadi bagian dari unit institusi kepolisian atau penegak hukum. K-9 berasal dari kata bahasa Inggris Canine (anjing), di mana K mewakili Canine dan 9 (nine) diucapkan nine dalam bahasa Inggris. K-9 biasa digunakan untuk tugas pelacakan narkoba, bahan peledak, pencarian orang hilang, atau operasi pengamanan lainnya.

Berkat bantuan dari personel Unit K-9 Polres Wonogiri, anjing yang kakinya tertangkap paku tersebut, kemudian dapat ditangani proses pencabutan memakai tanggem. Setelah sebelumnya, mulut anjing diberi alat brangus, agar aman saat dipegang. Proses ini berlangsung Pukul 23.00 sampai Pukul 23.50.

Proses selanjutnya, dengan mulut anjing masih tetap dibrangus, pada luka kaki bekas tancapan paku, diberikan cairan alkohol dan pengobatan agar tidak memicu terjadinya peradangan atau infeksi. Sebelum kemudian, diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Aning yang tertancap paku pada kakinya ini, termasuk jenis Anjing toy breed. Yakni anjing berukuran kecil yang dibiakkan untuk menjadi teman pendamping bagi pemeliharanya. Memiliki berat di bawah 7,5 Kilogram (Kg). Ragam jenisnya ada yang disebut Chihuahua, Pomeranian,Yorshire Terrier, Poodle Main, Shin Tzu, Papilon dan Pug. Yang tampilannya dikenal imut tapi juga dapat beringas dan tetap membutuhkan perhatian serta perawatan sesuai ras-nya.(Bambang Pur)