
KUDUS (SUARABARU.ID) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus menyatakan akan mengikuti sepenuhnya keputusan Rapat Pleno PBNU yang menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Staquf. Hal itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Kudus, Dr. Kisbiyanto, dalam tanggapannya pada Rabu (10/12/2025).
Kisbiyanto menegaskan bahwa PCNU Kudus tidak memiliki keberatan atas keputusan tersebut. “PCNU Kudus akan mengikuti apa yang diputuskan PBNU maupun PWNU Jawa Tengah. Jika Rapat Pleno PBNU memutuskan KH Zulfa Mustofa menjadi Pj Ketua PBNU, maka kami mengikuti,” ujarnya.
Meski demikian, Kisbiyanto mengungkapkan bahwa secara pribadi maupun kelembagaan, PCNU Kudus berharap dinamika yang terjadi di tubuh PBNU dapat diselesaikan melalui jalan islah. Menurutnya, penyelesaian dengan duduk bersama dan mengabaikan kesalahan masa lalu adalah pilihan terbaik.
“Namun bila islah tidak bisa dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah pelaksanaan muktamar untuk memilih ketua PBNU yang baru. Apalagi dari sisi periodesasi, saat ini memang sudah waktunya digelar Muktamar. Tahun Muktamar istilahnya,” jelasnya.
Terkait dampak penunjukkan KH Zulfa Mustofa terhadap organisasi di daerah, Kisbiyanto menyebut PCNU Kudus tidak terpengaruh secara organisatoris karena telah mengantongi Surat Keputusan (SK).
“Berbeda mungkin dengan PCNU daerah lain yang belum mendapatkan SK, mereka bisa sedikit terdampak. Bagi kami di Kudus, roda organisasi tetap berjalan dan fokus pada penguatan internal,” tuturnya.
Sementara itu, mengenai sosok KH Zulfa Mustofa, Kisbiyanto menilai karakter dan pendekatannya berbeda dengan KH Yahya Cholil Staquf.
“KH Zulfa Mustofa merepresentasikan figur kiai yang benar-benar kiai, dan juga keponakan KH Maruf Amin. Sedangkan KH Yahya adalah figur kiai aktivis,” katanya.
PCNU Kudus berharap penunjukkan Pj Ketua PBNU ini dapat membawa stabilitas dan keberlanjutan organisasi hingga terlaksananya muktamar berikutnya.
Ali Bustomi













