blank
Tim PKM USM saat memberikan pelatihan simulasi IoT dengan Wokwi, di Laboratorium SMK Walisongo, Selasa (9/12/2025). Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), memberikan pelatihan simulasi IoT dengan Wokwi, pada siswa SMK Walisongo Semarang, di Laboratorium sekolah setempat, Selasa (9/12/2025).

Tim PKM USM terdiri dari Ketua Nurtriana Hidayati SKom MKom, anggota Dr April Firman Daru SKom MKom, Alauddin Maulana Hirzan SKom MKom, dan Agus Hartanto SKom MKom.

Dalam keterangannya, Nutriana mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi teknologi, bagi siswa sekolah kejuruan.

BACA JUGA: Rektor USM Berharap Mahasiswa Siap Hadapi Era Society 5.0

Kegiatan itu juga menghadirkan pemahaman dasar mengenai Internet of Things (IoT), dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba langsung simulasi perangkat melalui platform Wokwi.

”Simulasi ini dirancang, agar para peserta memperoleh gambaran praktis tentang cara kerja sensor, aktuator, serta alur komunikasi data dalam sebuah ekosistem IoT,” katanya.

Menurutnya, lingkungan laboratorium yang memadai, mendukung penyampaian materi secara interaktif, baik dalam sesi penyampaian konsep maupun praktik langsung.

BACA JUGA: Komunitas Ameraaa USM ‘Hunting’ Momen Human Interest di TPA Jatibarang

Waktu pelaksanaan yang terjadwal dengan baik, membantu peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan secara optimal.

”Pelatihan ini menghadirkan dosen dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM, sebagai narasumber serta fasilitator utama,” ujarnya.

Dia menambahkan, para dosen memberikan arahan terstruktur, mengenai konsep dasar IoT, komponen penyusunnya, serta bagaimana teknologi ini digunakan dalam berbagai konteks.

BACA JUGA: Dewan Penasihat USM Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Daya Saing

Sementara itu, siswa SMK Walisongo Semarang berperan sebagai peserta aktif, yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Adapun tujuan utama pelatihan ini, untuk memberikan pengenalan konsep dan praktik IoT, melalui platform Wokwi.

”Platform Wokwi dipilih, karena mampu menyediakan simulasi berbasis web yang mudah diakses, interaktif, serta mendukung berbagai jenis mikrokontroler, seperti Arduino maupun ESP32. Dengan demikian, para peserta dapat memahami alur kerja sistem IoT, tanpa harus menggunakan perangkat fisik secara langsung,” ungkapnya.

Pelaksanaan materi dilakukan melalui metode penyampaian teori dan praktik. Pada sesi teori, narasumber menjelaskan konsep dasar, seperti arsitektur IoT, jenis sensor, konektivitas, dan alur pemrosesan data.

BACA JUGA: Pascasarjana USM Bangun Networking dengan Pusdik Binmas Lemdiklat Polri

Setelah itu, peserta diarahkan untuk mencoba langsung simulasi perangkat pada Wokwi, dimulai dari rangkaian sederhana, hingga pengujian kode pemrograman dasar. Pendekatan ini diberikan, agar peserta dapat memahami hubungan antara konsep dan implementasi.

”Kami berharap, dengan adanya pelatihan ini, siswa mampu mengenal dan memahami teknologi IoT secara lebih dekat. Selain itu juga, menumbuhkan minat siswa terhadap bidang teknologi masa depan, yang semakin relevan di dunia industri. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda, agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi yang terus berkembang,” tandasnya.

Riyan