blank
Wamenaker RI Afriansyah Noor bersama rombongan, saat melakukan kunjungan ke SPPG Giriwono, Wonogiri, Jawa Tengah.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu prioritas nasional, yang membawa manfaat gizi, sosial dan ekonomi secara luas. Demikian ditegaskan Wamenaker RI Afriansyah Noor, Minggu (7/12/25), saat melakukan kunjungan ke Wonogiri, Jawa Tengah.

Wamenaker bersama rombongan, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giriwono, Wonogiri, Yayasan Cahaya Masa Depan Nusantara.

Wamenaker bersama rombongan, disambut jajaran pemerintah bersama unsur terkait. Diantaranya Kepala BPVP Surakarta Verry Fahrudin, Kabag Log Polres Wonogiri Kompol M Amir Zubaidi mewakili Kapolres, Kasdim 0728/Wng Mayor Inf Suwandi. Juga hadir Danramil 01/Wng Kapten Inf Suraji, Kapolsek Wonogiri Kota Iptu Pradana Dwi Atmaja, serta pengurus yayasan, mitra dapur, staf bersama relawan SPPG Giriwono.

Kepada Wamenaker, Kasatpel SPPG Giriwono Rizky Kuncara, menyampaikan paparan operasional program. Yakni tentang jumlah penerima manfaat, sertifikasi tenaga penjamah makanan, hingga komitmen peningkatan standar sesuai juknis BGN. Dipaparkan, SPPG Giriwono saat ini melayani pemenuhan gizi untuk 3.362 penerima manfaat dari 11 sekolah dan 12 posyandu.

Dalam kesempatan itu, Mitra Dapur Adhi Aryanto, menegaskan komitmen penyediaan layanan yang aman, berkualitas dan sesuai standar. Ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan Program MBG.

Dalam sambutannya, Wamenaker Afriansyah Noor menyampaikan bahwa Program MBG merupakan salah satu prioritas nasional yang membawa manfaat gizi, sosial, dan ekonomi secara luas.

Serapan Naker

Ia mengungkapkan, hingga kini telah berdiri 55 dari target 77 SPPG di Wonogiri, dengan serapan tenaga kerja (Naker) mencapai 2.750 orang. Jika target 77 SPPG terpenuhi, jumlahnya meningkat menjadi 3.619 orang. Secara nasional, keberadaan 30.000 SPPG diproyeksikan dapat menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Wamenaker juga menyoroti mekanisme operasional SPPG, termasuk SOP memasak, pengemasan, distribusi, serta pentingnya transparansi akuntansi demi menjamin kualitas makanan dan hak anak-anak.

Ia menambahkan, berbagai pelatihan kompetensi dari Balai Solo, dapat dimanfaatkan relawan maupun anggota TNI-Polri menjelang purna tugas. Khususnya pelatihan pengolahan makanan bersertifikat.

Dalam kesempatan itu, Wamenaker dan rombongan melakukan peninjauan dapur SPPG Giriwono, untuk melihat langsung proses produksi makanan. Kunjungan Wamenaker RI ke Wonogiri ini, membahas penguatan program MBG dan serapan tenaga kerja. Juga menyoroti mekanisme operasional SPPG, termasuk SOP memasak, pengemasan, distribusi, serta pentingnya transparansi akuntansi demi menjamin kualitas makanan dan hak anak-anak.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasihumas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenaker, yang memberi penguatan signifikan bagi pelaksanaan Program MBG di Wonogiri.

Kehadiran Wamenaker memberikan motivasi bagi para pengelola dan relawan SPPG. ”Polri mendukung penuh kebijakan pemerintah, termasuk dalam aspek pengamanan, pendampingan kegiatan masyarakat, serta memastikan seluruh proses berjalan tertib dan kondusif,” tandas Kapolres sebagaimana diungkapkan Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo.(Bambang Pur)