blank
Sejumlah wartawan ketika diajak berwisata ke Telaga Menjer Garung Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sektor pariwisata di Wonosobo dinilai belum berkembang merata, terutama di desa wisata dan sektor edukasi yang belum terhubung kuat dengan potensi wisata lokal yang ada.

Guna memperbaiki kondisi itu, Disparbud Kabupaten Wonosobo tengah gencar mendorong gerakan “Bangga Berwisata di Wonosobo” sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas dan pelaku usaha.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah Ismangil menjelaskan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi pariwisata daerah agar tidak hanya bertumpu pada destinasi tertentu.

“Kaitan dengan kegiatan atau gerakan bangga berwisata di Wonosobo, ini sudah launching 1 Desember 2025 di Alun-alun Wonosobo kemarin,” ujar Fatonah ketika berbincang dengan sejumlah wartawan di Telaga Menjer Garung.

Dia menambahkan bahwa gerakan ini juga menyasar aparatur pemerintah melalui gagasan ASN Bangga Berwisata di Wonosobo. Setiap abdi negara diminta untuk mengunjungi wisata lokal sebelum berwisata di luar daerah.

Fathonah menyebut bahwa program ini selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni maju, mandiri dan berdaya saing. Sektor pariwisata juga masuk dalam prioritas pembangunan daerah selain sektor pertanian.

“Niatan awalnya memang kami memindahkan apa yang sudah ada dalam RPJMD yang visinya adalah mewujudkan Wonosobo Menjadi Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” jelasnya.

Pihaknya menekankan bahwa gerakan ini tidak hanya untuk promosi, tetapi memperluas keterlibatan masyarakat. Melalui gerakan ini sektor pariwisata ke depan diharapkan semakin berkembang di Wonosobo.

“Bangga berwisata di Wonosobo itu tidak hanya yang kami pilih-pilih, tapi segala aspek kegiatan di Kabupaten Wonosobo ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.

Penguatan Internal

blank
Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Wonosobo, Sri Fathonah Ismangil saat memaparkan program “Bangga Berwisata di Wonosobo”. Foto : SB/Muharno Zarka

 

Menurut Fathonah, tahap pertama gerakan bangga berwisata di Wonosobo yakni implementasi program ini dilakukan melalui penguatan internal dan dunia akademik.

Disparbud Wonosobo, lanjutnya, akan menggandeng PGRI setempat, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, hingga perguruan tinggi.

“Kami akan dorong sekolah-sekolah di Wonosobo di semua tingkatan, termasuk perguruan tinggi untuk bersama-sama meramaikan pariwisata di Wonosobo ini,” tegasnya.

Dikatakan, salah satu penguatan yakni dilakukan melalui integrasi materi geothermal atau energi panas bumi ke dalam kurikulum pendidikan. Dengan demikian peserta didik akan berusaha mencari informasi dan pengetahuan sekitar geothermal.

“Materi geothermal dapat diperkenalkan melalui proyek bersama sekolah seperti di wilayah Kejajar ataupun wilayah sekitar Garung. Upaya ini juga mendukung pengembangan Geopark Dieng,” paparnya.

Dia juga menegaskan bahwa desa wisata harus menyiapkan diri menyambut gerakan ini. Pembenahan mencakup daya tarik, manajemen, hingga paket perjalanan.

“Sasaran program ini mencakup OPD, sekolah, komunitas, organisasi perempuan, dan lembaga publik lainnya. Semua pihak diminta untuk ikut gencar mengkampanyekan program ” Bangga Berwisata di Wonosobo,” tambah dia.

Fatonah mengungkapkan bahwa penyesuaian dokumen perencanaan sedang dilakukan. Penyesuaian ini mencakup pengembangan destinasi, pemasaran, industri pariwisata, hingga kelembagaan

“Melalui gerakan bangga berwisata lokal di Wonosobo, kami berharap pariwisata tidak hanya menjadi agenda promosi, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

 

Muharno Zarka