blank
Salah satu narasumber di acara lokakarya, saat memberikan materinya terkait kepemimpinan dan transformasi perguruan tinggi. Foto: dok/usm

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM) menegaskan komitmennya, untuk memperkuat peran strategis di tengah dinamika perubahan global yang semakin cepat, melalui penelitian unggulan, pengembangan kurikulum inovatif, dan jaringan kerja sama yang semakin luas.

Hal itu seperti yang disampaikan Rektor USM, Dr Supari MT MT, saat menghadiri Lokakarya Kepemimpinan dan Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak, yang berlangsung di Artotel, Gelora Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut Supari, perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan saja. Tetapi juga harus tampil sebagai agen perubahan, yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Komunitas Ameraaa USM ‘Hunting’ Momen Human Interest di TPA Jatibarang

Dijelaskannya, dampak itu mencakup tiga aspek utama, ekonomi, sosial dan lingkungan. Pada aspek ekonomi, perguruan tinggi berkontribusi melalui lahirnya teknologi baru, start-up berbasis riset, serta lulusan yang kompetitif di dunia kerja.

Aspek sosial diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, serta dukungan terhadap layanan publik. Sedangkan dari sisi lingkungan, USM mendorong riset energi terbarukan, dan inisiatif keberlanjutan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.

”Perguruan tinggi yang berdampak itu, harus mampu menerjemahkan temuan jurnal menjadi aksi nyata di lapangan,” katanya.

BACA JUGA: Dewan Penasihat USM Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Daya Saing

blank
Sejumlah peserta lokakarya melakukan foto bersama usai acara. Foto: dok/usm

Supari menambahkan, transformasi perguruan tinggi harus dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal, reformasi kurikulum menjadi langkah penting, agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan era industri 4.0 dan 5.0.

Pembelajaran diarahkan lebih berbasis proyek, interdisipliner, dan mengintegrasikan teknologi digital serta kecerdasan buatan.

Di sisi eksternal, perguruan tinggi berperan sebagai penggerak transformasi wilayah melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan.
Untuk memperkuat dampak itu, USM aktif menjalin kemitraan melalui model Triple Helix (Pemerintah-Industri-Akademisi) dan Quadruple Helix, yang melibatkan juga masyarakat.

”Perguruan tinggi merupakan investasi terbesar suatu bangsa. Dengan dampak yang kuat, transformasi berkelanjutan, dan kolaborasi strategis, perguruan tinggi dapat menjadi pusat peradaban yang mendukung kemajuan masyarakat,” tegas Supari.

Riyan