JEPARA (SUARABARU.ID) – Yayasan Pelestari Ukir (Peluk) Jepara bersama Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara dan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini mentargetkan membuka kelas Pelajar Mengukir untuk 250 siswa dan mahasiswa di Jepara. Sebelumnya pada bulan November telah dilaksanakan kelas Pelajar Mengukir sebanyak 2 angkatan yang diikuti 42 peserta.
Sementara pada bulan Desember 2025, program yang akan mulai dilaksanakan pada Senin 8 Desember hingga 22 Desember 2025 ini dilakukan selama 8 jam yang terbagi dalam 2 hari kegiatan.
Untuk persiapan kelas mengukir ini telah dilaksanakan pertemuan bersama di Gallery Jepara Wood Carving Performance di Pantai Kartini Jepara. Pertemuan diikuti pengurus Yayasan Peluk Jepara, pengurus Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini dan Sungging Prabangkara.
Menurut Ketua Yayasan Peluk Jepara, Hadi Priyanto kelas Pelajar Mengukir ini akan diikuti oleh pelajar SMP/MTs, SMA,SMK dan MA serta mahasiswanya. “Tujuannya untuk mengenalkan seni ukir pada tingkat yang paling dasar kepada peserta serta mengisi kekosongan pembinaan seni ukir dikalangan pelajar. Ini selaras dengan arahan Bapak Bupati Jepara saat membuka pelaksanaan Pelajar Mengukir pada tanggal 21 November 2025,” ujar Hadi Priyanto. Juga dalam mendukung visi Jepara Mulus.

Ia menjelaskan, para peserta kelas mengukir ini adalah para pelajar yang memiliki minat terhadap seni ukir. “Karena itu setelah mengikuti kegiatan ini ada pembinaan berkelanjutan dari sekolah. Sedangkan kami merencanakan, akan melakukan lomba khusus bagi para alumni Kelas Mengukir pada bulan pertengahan tahun 2026,” terangnya. Kemungkinan kami akan bekerjasama dengan Keluarga Perantau Jepara di Bali dan Jakarta yang memiliki perhatian terhadap pelestarian seni ukir di kotanya, tambahnya.
Sedangkan latar belakangnya di bukanya kelas Pelajar Mengukir ini karena kini tidak banyak sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi mengajar seni ukir serta terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Sementara pelestarian alamiah melalui keluarga pengukir semakin langka, tambah Hadi.
Sementara Sekretaris Umum Yayasan Peluk Jepara, Drs Suyoto menegaskan, Kelas Pelajar Mengukir ini didedikasikan untuk usaha-usaha pelestarian seni ukir Jepara yang secara obyektif jumlah pengukirnya semakin hari semakin menurun. “Semoga kelak diantara peserta kelas Pelajar Mengukir ini ada yang menjadi maestro ukir Jepara setelah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang sesuai,” ujar Suyoto yang juga pensiunan guru ukir SMKN 2 Jepara
Wakil Ketua Yayasan Peluk Jepara Drs Sutarya, MM memastikan bahwa para instruktur yang akan membimbing peserta Pelajar Mengukir adalah tenaga pengajar yang terbukti memiliki kompetensi. “Setelah sarana dan prasarana lengkap, juga dibuka kelas mengukir untuk wisatawan. Juga ada tempat pamer kecil karya pengukir ,” tutur Sutarya yang juga dosen ukir di Program Studi Desain Produk Unisnu Jepara.
Septiana Wibowo













