blank
Pelatihan kebencanaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, digelar di Balai Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, bersama lembaga terkait, menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Ini dilakukan, dalam rangka peningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti hujan angin, banjir dan tanah longsor.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Peltu Indra, mengabarkan, pelatihan digelar di Balai Kelurahan Pagutan. Menghadirkan instruktur dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Pimpinan Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan (PK) Sri Maryati. Ikut hadir menjadi instruktur Arga Maulana dari Palang Merah Indonedia (PMI) Wonogiri.

Acara tersebut juga dihadiri Serka Agus Suranto dari Koramil-11 Manyaran Kodim 0728 Wonogiri, Lurah Pagutan Sukadi bersama Perangkat Kelurahan. Pelatihan diikuti para Pengurus dan Anggota Taruna, relawan Siaga Bencana Kalurahan Pagutan.

Lurah Sukadi, menyatakan. pelatihan ini digelar sebagai bentuk mitigasi terhadap meningkatnya resiko bencana alam yang terjadi di musim penghujan. Seperti tanah longsor, banjir dan angin kencang. Berkaitan ini, tandas Sukadi, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan korban dan kerugian saat terjadi bencana.

“Pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membangun budaya tanggap bencana di tingkat keluarga dan komunitas,” tegas Lurah Sukadi. Harapannya, warga harus mampu bertindak cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat terkaitan bencana.

OMSP

Serka Agus Suranto, menyatakan, pihak Kodim 0728/Wonogiri beserta Koramil selalu siap sedia membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan, termasuk dalam penanggulangan bencana alam. Ini menjadi salah satu tugas pokok TNI yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Lebih lanjut  disebutkan, kapasitas tangguh bencana untuk keselamatan, diperlukan kesiapan dan kesadaran warga masyarakat. Yakni untuk saling mengingatkan akan bahaya bencana alam. Agar mulai dari tingkat perorangan akan tumbuh rasa kesadaran akan bahaya bencana alam.

Ikut memberikan sambutan, Aipda Suwondo dari Polsek Manyaran. Disebutkan, Polri memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana alam, tugas utama mereka meliputi pengamanan, penanganan situasi darurat, serta koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan non-pemerintah.

Sri Maryati dari BPBD Kabupaten Wonogiri, menjelaskan, BPBD dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Tujuannya, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Juga menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh. Dengan senantasa menghargai budaya lokal, dan mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan dan kedermawanan serta menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berrbangsa dan bernegara.

Arga Maulana dari PMI Wonogiri menyampaikan materi tentang Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas (KBBM). Dalam hal ini, diperlukan peran serta masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, termasuk pembentukan tim siaga bencana (Sibat), penyiapan logistik dan dukungan medis.(Bambang Pur)