blank
Siswa SMK Negeri 3 Semarang dalam kegiatan Literasi Penguatan Digital. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Undip melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Literasi Penguatan Digital Ethics Awareness dalam Mencegah Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial” di SMK Negeri 3 Semarang, belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membekali para pelajar dengan pemahaman mengenai etika komunikasi di era digital yang semakin kompleks.

Sementara untuk tim pengabdian sendiri antara lain
Nabila Putri Aldira, S.I.Kom., M.Si, Priskila Primaningrum Demmasapo, S.I.Kom., M.I.Kom, Rizki Halim, S.E., M.I.Kom, Mohammed Aden Suryana, S.IP., M.A dan Yofiendi Indah Indainanto, S.I.Kom., M.I.Kom.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai jurusan di SMK N 3 Semarang. Melalui rangkaian seminar, workshop interaktif, dan sesi praktik, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali hoaks, menganalisis informasi, memahami bentuk-bentuk ujaran kebencian, serta menerapkan etika berkomunikasi yang baik di media sosial.

Tim pengabdian juga memperkenalkan konsep Digital Ethics Awareness sebagai panduan perilaku bermedia yang bertanggung jawab untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan konten negatif di platform daring.

Ketua tim pengabdian, Rizki Halim, S.E., M.I.Kom menuturkan, kegiatan ini penting dilakukan mengingat tingginya penggunaan media sosial di kalangan pelajar yang kerap diiringi risiko misinformasi dan perilaku komunikasi yang tidak etis.

“Kami ingin memberi bekal yang relevan dan aplikatif kepada siswa agar mereka mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan beretika. Literasi digital hari ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan untuk memahami dampak sosial dan moral dari setiap aktivitas digital,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, siswa diajak berdiskusi, menganalisis kasus nyata, hingga mengikuti simulasi identifikasi hoaks untuk memperkuat kemampuan mereka dalam memilah dan memverifikasi informasi.

Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan modul edukasi berisi materi etika digital, infografis, serta video edukasi yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan oleh sekolah.

Atas pengabdian yang dilakukan tersebut, SMK N 3 Semarang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran digital di kalangan siswa.

Dengan adanya program ini, sekolah menilai siswa semakin memahami pentingnya berhati-hati dalam bermedia sosial serta lebih siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Prodi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari kontribusi akademik dan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya komunikasi digital yang sehat, etis, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.

Ning S