SEMARANG (SUARABARU.ID) – Akses listrik 24 jam penuh di Karimunjawa yang diresmikan pada pertengahan 2016 melalui pengoperasian PLTD Legon Bajak oleh PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, telah bertransformasi menjadi katalisator utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Bukti konkret dari dampak positif ini terlihat jelas dari lonjakan signifikan jumlah pelanggan listrik.
Sejak awal diimplementasikannya layanan listrik 24 jam pada awal tahun 2017, dimana jumlah pelanggan tercatat sekitar 2.028 pengguna, hingga data terbaru BPS tahun 2024 yang menunjukkan angka 3.297 pelanggan.
PT PLN IP UBP Semarang telah mencatatkan pertumbuhan pelanggan lebih dari 1.269 pengguna atau meningkat sebesar 62,5%.
Pertumbuhan ini merupakan cerminan langsung dari peningkatan aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa.
Mengakhiri “Masa Gelap” dan Membuka Harapan
Sebelum titik balik di akhir 2016, kehidupan di Legon Bajak dan sekitarnya terpaksa beradaptasi dengan keterbatasan energi.
Selama 37 tahun, listrik hanya tersedia 4 jam (pukul 18.00 hingga 22.00) melalui generator yang dikelola swadaya masyarakat. Kondisi ini menjadi hambatan besar bagi potensi Karimunjawa untuk menjadi destinasi wisata premium.
Setelah PLTD Legon Bajak beroperasi penuh 24 jam, dampak yang dirasakan adalah,
1. Aktivitas Ekonomi Tumbuh Pesat: jam operasional UMKM, homestay, hotel, dan resort meningkat pesat.
2. Peningkatan Taraf Pendidikan Masyarakat
3. Pemberdayaan Nelayan: Sektor perikanan kini dapat memanfaatkan teknologi pendingin modern untuk penyimpanan hasil tangkapan.
Komitmen Sosial dan Lingkungan PLN Indonesia Power
Komitmen PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang di Karimunjawa jauh melampaui penyediaan listrik.
Sebanyak 1.450 penerima manfaat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi PLN IP UBP Semarang untuk masyarakat Kecamatan Karimunjawa.
Program TJSL yang rutin dilaksanakan di Kecamatan Karimunjawa meliputi:
Pertama, pemberian bantuan pendidikan beasiswa kepada pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA di wilayah Kecamatan Karimunjawa.
Kedua, paket bantuan pemasangan listrik gratis bagi warga
Ketiga, program penanganan stunting untuk balita di bawah usia 2 tahun
Keempat, penyediaan bantuan sarana prasarana pelayanan publik esensial untuk tempat belajar anak dan fasilitas sarpras pendidikan.
Kelima, ukungan terhadap fasilitas publik, berupa renovasi masjid di wilayah tersebut.













