blank
Baliho papan reklame outdoor berukuran besar di depan Pompa Bensin Kaliampo, Ngadirojo, Wonogiri ini, ambruk diterjang bencana hujan angin.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bencana alam puting beliung, Kamis siang (4/12/25), menerjang tiga dusun di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menumbangkan puluh pohon, merusak sebuah rumah dan menyebabkan baliho ambruk melintang jalan.

Warga masyarakat menyatakan panik, saat dusunnya diterjang puting belitung. Disebutkan, awalnya turun hujan deras yang kemudian disertai angin kencang. Arah anginnya mobat-mabit (gonta-ganti arah), disertai suara gemeretaknya pepohonan yang tumbang. Warga beramai-ramai memukul kentongan tanda bahaya secara bersahut-sahutan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, tiga dusun yang diterjang bencana hujan angin itu terdiri atas Dusun Blimbing, Ngreco dan Brubuh. Tidak ada korban jiwa, tapi jaringan listrik padam, karena ada tiang listrik yang roboh setelah kawat jaringannya tertimpa pohon tumbang. Rumah dapur milik Sutahya di RT 01/RW 16 Dusun Blimbing rusak, karena tertimpa pohon yang tumbang.

Sementara itu, baliho berukuran besar yang ambruk, lokasinya di depan SPBU atau Pompa Bensin Ngadirojo, sekitar Kilometer (KM) 7 tepi ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Ponorogo (Jatim). Posisinya melintang dan menutup badan jalan.

Baliho adalah media promosi luar ruang (outdoor) berukuran besar, yang dipasang di tempat strategis. Fungsinya sebagai media iklan untuk mempromosikan produk, layanan atau informasi kepada publik secara luas. Ukurannya sengaja dibuat besar, agar mudah terlihat dari kejauhan. Penempatannya di area ramai, di pinggir jalan raya atau persimpangan, untuk menjangkau audiens (penerima pesan) yang luas.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, personel Polsek Ngadirojo bersama Peleton Siaga Bhayangkara Polres Wonogiri, langsung memberikan tindakan Quick Respon. Yakni dengan cepat mendatangi lokasi ambruknya baliho, untuk melakukan pengamanan lokasi dan mengatur arus lalu lintas yang mengalami kemacetan.

Manual

Berkoordinasi dengan Satpol-PP dan unsur terkait, segera dilakukan tindakan menyingkirkan baliho yang roboh secara manual, dengan melibatkan warga masyarakat. Proses menyingkirkan baliho yang roboh berjalan cepat, dan ruas jalan kembali terbuka sehingga lalu lintas bisa normal kembali.

blank
Aparat siaga bencana BPBD Kabupaten Wonogiri bersama relawan SAR, melakukan tindakan cepat pemotongan pohon tumbang yang melintang jalan dan merusak rumah warga.(Dok.BPBD Wonogiri)

Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, telah mengirimkan tim gabungan yang terdiri atas aparat BPBD bersama para relawan Search And Rescue (SAR), dipimpin Kabid Kedaruratan Mudrik Alfan, bergegas mendatangi lokasi bencana. Bersama perangkat desa dan masyarakat, dilakukan kerja bakti gotong royong untuk menyingkirkan pepohonan yang tumbang.

Tindakan darurat ini dilakukan, supaya segera dapat membuka akses jalan kampung yang macet akibat pohon tumbang melintang jalan. Bersama para relawan siaga bencana, juga melakukan penanganan rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon tumbang.

BPBD dan Polres Wonogiri, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya. Utamanya dalam menyikapi cuaca ekstrem di musim penghujan saat ini, yang berpotensi dapat memunculkan bencana hidrometeorologi. Seperti puting beliung dan hujan angin dengan segala dampaknya, yakni banjir dan tanah longsor.

Kepada para pemilik baliho atau papan reklame outdoor berukuran besar, diminta melakukan pengecekan rutin secara berkala. Bila kondisinya berpotensi dapat membahayakan, harus dicopot atau dilakukan pembenahan.(Bambang Pur)