blank
Personel Polri dan TNI mengantar jenazah Ratimim Budiman (63), ke rumah duka di Desa Semanding, Kecamatan Gombong, Kebumen, Mnggu 23/11. Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Desa Semanding, Kecamatan Gombong, Kebumen, Minggu (23/11) pagi  mendadak riuh.

Hal itu menyusul kabar duka ditemukannya seorang warga setempat yang tewas mengambang di aliran Sungai Pogung.

Korbanbernama  Ratimim Budiman (63) seorang pemancing warga Semanding. Polisi menduga pria itu terpeleset saat memancing pada malam sebelumnya. Apalagi malam  itu dia memancing sendirian.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, membenarkan peristiwa tersebut.

Wakapolres  menyebut jajaran Polsek Gombong bersama Pamapta Polres Kebumen langsung bergerak begitu laporan masuk pada Pukul 05.20 WIB.

Menurut cerita keluarga, Sabtu malam sekitar Pukul 19.30, Ratimin berpamitan kepada istrinya untuk memancing di anak Sungai Pogung.

Korban sempat mengajak seorang tetangga yang belakangan menjadi saksi, namun ajakan itu ditolak karena saksi sedang menerima tamu. Ratimin akhirnya berjalan seorang diri menuju sungai yang jaraknya tak jauh dari rumahnya.

“Hingga subuh, korban tak kunjung kembali. Lalu istri menanyakan kepada tetangga yang semalam diajak untuk pergi memancing,”jelas Kompol Faris Budiman.

Mendengar korban belum kembali, kemudian mereka menyusuri tepi aliran sungai bermodalkan lampu senter. Di salah satu titik, mereka menemukan ember kecil bekas cat dan joran pancing yang biasa digunakan korban.

Curiga terjadi sesuatu, keduanya menuruni bantaran sungai. Tak lama, tubuh Ratimin terlihat mengambang dalam posisi telungkup, tak jauh dari lokasi peralatan memancingnya.

Petugas Polsek Gombong tiba beberapa menit kemudian. Korban lalu dievakuasi ke rumah duka sebelum dilakukan pemeriksaan. Dari hasil olah tempat kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap yang dipakainya memancing: hoodie biru laut, kaus hitam bermotif Adidas, celana loreng panjang, celana tiga perempat merah bergaris putih, serta sepatu boot hijau,”jelas Kompol Faris Budiman.

Di tangan kiri korban masih tergenggam kail pancing. Dompet berisi perlengkapan memancing, rokok, dan korek api juga masih ada di sakunya. Tidak ada barang yang hilang.

Petugas juga mendapati bekas tanah amblas di tepi sungai yang diduga sebagai titik korban terpeleset. Arus air yang tenang namun licin di bagian dasar membuat dugaan kecelakaan semakin menguat.

Wakapolres Faris Budiman menyebut, penyelidikan telah mencukupi untuk menyimpulkan tidak ada unsur tindak pidana.“Semua indikator mengarah pada kecelakaan saat korban memancing. Tidak ada tanda kekerasan maupun kehilangan barang,”ujarnya.

Setelah pemeriksaan medis selesai, jenazah Ratimin diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Di Desa Semanding, kabar duka itu menyisakan kesedihan. Sungai tempat warga biasa mencari ikan kini menjadi pengingat agar warga berhati-hati saat memancing atau mencari ikan.

Komper Wardopo