JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 21 siswa dari berbagai sekolah SMP dan MTs di Jepara telah mengikuti kelas Pelajar Mengukir yang mulai dilaksanakan di Galera Jepara Wood Carving Performance Pantai Kartini Jepara Rabu 26/11-2025. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara dan Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara.

Kegiatan Pelajar Mengukir yang diikuti siswa SMPN 2 Jepara, SMPN 5 Jepara, SMPN 4 Jepara dan MTs Nafa Petekeyan ini diampu oleh sejumlah instruktur yang memiliki kompetensi mengukir diantaranya Drs Suyoto, Ali Afendi, S.Sn, Drs Sutarya, MM H. Maslim, Istiyanto Maryati dan Nely Kulva Anik. Mereka dengan tekun membimbing anak-anak.

“Kalian bukan hanya belajar mengukir, tetapi sedang dibimbing untuk mencintai budaya bangsa,” ujar Hadi Priyanto, Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara saat membuka kelas Pelajar Mengukir.
Penanaman cinta budaya ukir kepada para pelajar ini juga selaras dengan harapan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo saat membuka galeri Jepara Wood Carving Performance pada tanggal 6 November 2025. Harapannya, galeri yang terletak di Obyek Wisata Pantai Kartini ini dapat juga dapat menjadi tempat pelatihan dan penanamkan cinta budaya ukir bagi para pelajar,” ujar Sekretaris Umum Yayasan Pelestari Ukir Suyoto.

“Harapan Bupati Jepara ini selaras dengan kondisi nyata dilapangan. Tidak banyak satuan pendidikan SD – SMP di Jepara yang memiliki guru ukir. Juga keterbatasan sarana dan prasarana pelatihan ukir,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Yayasan Peluk Jepara, Drs Sutarya,M.M., Kelas Pelajar Mengukir ini didedikasikan untuk usaha-usaha pelestarian seni ukir Jepara yang secara obyektif jumlah pengukirnya semakin hari semakin menurun. “Semoga kelak diantara peserta kelas Pelajar Mengukir ini ada yang menjadi maestro ukir Jepara setelah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang sesuai,” ujar Sutarya penuh harap.

Sementara Bendahara Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara H. Maslim berharap ada pemangku kepentingan dan pengusaha yang bersedia ambil bagian dalam upaya pelestarian seni ukir Jepara ini. “Kami tidak mungkin dapat berjalan sendiri. Harapan kami ada kolaborasi dan sinergitas dengan fihak-fihak lain,” ujar H. Maslim penuh harap.
Hadepe













