DEMAK (SUARABARU.ID) – Desa Sidokumpul Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, mendapatkan berbagai bantuan dan stimulan dari Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Semarang-Demak, Selasa, 25 November 2025.
Salah satu bantuan berupa sarana dan peralatan pembuatan 40 Lubang Resapan Biopori (LRB) diserahkan oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Semarang-Demak, Tyas Andajani, S.T. Dalam kesempatan ini, Tyas Andayani menyampaikan, kondisi Desa Sidokumpul sebagai desa dampingannya dengan kondisi wilayah tanpa resapan air.
Hal yang demikian menjadikan desa ini rawan tergenang air saat hujan turun. “Terkait hal tersebut, maka salah satu solusi yang bisa kami lakukan adalah memberikan alat dan contoh dan praktik membuat LRB,” kata Tyas.
Untuk mendukung hal tersebut dihadirkan tokoh lingkungan, Dra. Eko Gustini Wardani Pramukawati dari Proklim Purwokeling RW.10 Purwoyoso Ngaliyan Kota Semarang. “Bu Eko yang mendapatkan trofi KLHK RI 2024 ini, saat masih aktif sebagai ASN juga melakukan pembuatan LRB di sekitar kantor. Kebetulan kantor kami berdampingan dalam satu lokasi, sehingga tahu kegiatan kesehariannya,” ujar Tyas.
Sebagian LRB dipasang di beberapa titik yang rawan tergenang air terutama saat hujan, sebagian lain dipasang di taman. “Dengan adanya LRB, kondisi wilayah perkantoran relatif aman dari genangan air. Demikian pula tanaman yang berdekatan dengan LRB, relatif lebih tahan di musim kemarau,” ujar Tyas.

Hal tersebut menjadikan alasan bagi Tyas untuk menghadirkan Eko Gustini untuk memotivasi warga di lokasi desa dampingan dengan alamat kantor desa di Jalan Sandansari Raya RT 02/RW 02 Sidokumpul.
Sarana Komposting
Sebelum pemasangan LRB, Eko menjelaskan terkait beberapa hal. Salah satunya mengenai diameter LRB berkisar sekitar 25 cm dan kedalamannya kurang 80-100 cm. Menurut perempuan yang akrab disapa “Bu Pramuka” ini, bahwa LRB membantu meningkatkan daya serap air tanah dan meminimalisasi genangan.
“Sehingga keberadaan LRB mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Keberadaannya mampu meningkatkan resapan air, sehingga membantu mencegah terjadinya kekeringan dan meminimalisasi banjir,” kata Eko Gustini.
Selain itu LRB juga dapat menjadi sarana komposting dengan cara memasukkan bahan organik seperti daun dan limbah organik lain yang dapat menjadi makanan cacing tanah, sehingga menghasilkan kompos dan menyuburkan tanah.
“Kalau kita mau berpikir lebih luas, maka LRB bisa mengurangi buangan sampah organik dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tandas Eko yang juga Pengurus Saka Kalpataru Kota Semarang Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, serta Pengurus Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Pramuka Peduli Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah ini.
Ekpram













