blank
BNNP Jateng menggelar workshop “Peningkatan Kemampuan Layanan Petugas Rehabilitasi Menuju Layanan Unggulan”, di Kabupaten Semarang. Foto: BNNP

Ia mengatakan, rehabilitasi bukan hanya program kesehatan, tetapi juga gerakan sosial kemanusiaan yang membutuhkan kepekaan, pemahaman psikologis, dan kemampuan interpersonal yang kuat.

“Fokus kami adalah bagaimana klien dapat mencapai kondisi clean dan mampu mempertahankan keberlanjutan pemulihan. Itu hanya bisa tercapai bila petugas memiliki kemampuan teknis, empati yang tinggi, dan ketahanan emosional,” tuturnya.

Salah satu narasumber, Indra Dwi Purnomo menyampaikan materi strategis, yaitu strategi personal self-care dan ketahanan emosional petugas untuk mencapai layanan bintang lima, serta seni komunikasi terapeutik dan empati dalam layanan rehabilitasi.

Indra menekankan pentingnya keseimbangan mental dan emosional bagi petugas rehabilitasi. “Mereka bekerja di garis depan menghadapi individu dengan kondisi psikologis kompleks, sehingga kemampuan menjaga keseimbangan diri dan menerapkan komunikasi terapeutik menjadi kunci utama keberhasilan layanan. Empati tanpa kendali bisa melelahkan. Profesionalisme tanpa empati bisa terasa dingin. Maka keseimbangan di antara keduanya adalah ruh dari pelayanan rehabilitasi yang humanis,” ungkap Indra.

Ning S