blank
SMA Negeri 2 Banjarmasin menjadi juara pertama dalam Grand Final Piala by.U 2025: Stage of Champions di GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu 25 Oktober 2025. foto : tlkmsl

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Rangkaian turnamen futsal pelajar terbesar di Indonesia, Piala by.U 2025: Pialanya Anak Muda, resmi mencapai puncaknya melalui Grand Final Piala by.U 2025: Stage of Champions di GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu 25 Oktober 2025.

Acara ini menjadi ajang penentuan Juara Nasional yang mempertemukan 27 tim juara dari seluruh Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya kompetisi futsal pelajar paling bergengsi tahun ini.

Mengusung semangat “Saatnya Kejar Ambisimu, Menjadi Pemain Futsal Pro,” turnamen ini menjadi wujud nyata komitmen Telkomsel melalui brand kartu internet serba digital by.U dalam mendukung lahirnya generasi muda berbakat di dunia olahraga, khususnya futsal.

Setelah melalui pertandingan intens selama 3 hari, SMAN 2 dari Kota Banjarmasin berhasil keluar sebagai Champion of Piala by.U 2025, mengungguli 26 tim terbaik dari seluruh kota penyelenggaraan.

Sementara posisi Juara 2 diraih oleh SMK Islam Nusantara Comal, dan Juara 3 ditempati oleh SMAN 10 Kota Bekasi.

Selain kategori utama, penghargaan khusus juga diberikan kepada individu berprestasi di ajang tahun ini, seperti Best Player diraih M.Najib dari SMAN 2 Banjarmasin, dan Best Goalkeeper diraih Revan Nebu Putra Noor dari SMAN 2 Banjarmasin.

Tak ketinggalan, penghargaan khusus juga diberikan kepada Wahyu Ramadhan sebagai Best Coach yang telah melatih tim SMAN 2 Banjarmasin, sementara untuk Top Scorer diraih Muhamad Iroka Apriansyah dari SMAN 8 Kota Serang dengan 7 Gol selama turnamen.

Head of by.U Product Marketing, Riko Ringgoanto, mengatakan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karier atlet muda, by.U juga mengumumkan 50 pemain terbaik nasional yang terpilih dalam program Talent Scouting Piala by.U 2025.

“Para pemain ini akan mendapatkan kesempatan mengikuti Training Camp eksklusif bersama tiga klub profesional mitra Piala by.U, yaitu Cosmo JNE FC Jakarta, Fafage Banua FC Banjarmasin, dan Black Steel FC Papua,” katanya.

Riko menjelaskan, dari 50 pemain tersebut, sebanyak 12 pemain terbaik nantinya akan menjalani pelatihan lanjutan yang dipimpin langsung oleh Coach Doni Zola selaku Technical Director Piala by.U 2025.

“Program ini menjadi langkah awal bagi mereka menuju karier futsal profesional di masa depan,” katanya.

Dalam perhelatan grand final tersebut ribuan penonton memadati GOR Jatidiri untuk menyaksikan pertandingan final yang berlangsung seru dan penuh tensi.

Suasana semakin semarak dengan berbagai aktivitas hiburan seperti interactive games, battle of supporters, hingga wave of cheers yang tak henti bergema sepanjang laga.

Keseruan berlanjut dengan penampilan spesial dari Fakedopp ft. Sintya Marisca, Ammar, dan Barok, yang sukses menutup malam juara dengan performa penuh warna dan semangat.

Seluruh momen juga disiarkan secara langsung melalui televisi media partner dan kanal YouTube by.U, dan All Play Sports, menghadirkan atmosfer Grand Final Pial aby.U 2025: Stage Of Champions ke seluruh penjuru negeri.

“Piala by.U 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras anak muda Indonesia tidak pernah padam. Kami bangga melihat bagaimana para peserta dari 27 kota menunjukkan performa luar biasa. Melalui Stage of Champions, by.U ingin terus menjadi bagian dari perjalanan mereka, dari mimpi, menjadi aksi, hingga prestasi,” kata Riko.

Dirinya mengungkapkan, dengan keberhasilan gelaran tahun ini, Piala by.U semakin menegaskan perannya sebagai kompetisi futsal pelajar berjenjang hingga level nasional, sekaligus wadah lahirnya talenta baru yang siap bersinar di dunia futsal profesional.

Piala by.U sendiri merupakan turnamen futsal pelajar tahunan tingkat SMP dan SMA yang diadakan oleh by.U, untuk membuka peluang bagi generasi muda yang ingin meniti karier sebagai pemain futsal profesional.

Sejak pertama kali digelar, Piala by.U telah menjangkau ribuan pelajar di berbagai kota di Indonesia dan menjadi ajang pembinaan berjenjang yang menghubungkan talenta muda dengan pelatih serta klub profesional nasional.

Hery Priyono