blank
Anak-anak dari Kelompok Bermain (KB) Budi Utomo, melakukan outing class tema edukasi pertanian, ke area Wisata Agro di Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Tarmin)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Anak-anak dari Kelompok Bermain (KB) Budi Utomo Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, melakukan outing class. Kegiatan pembelajaran di luar ruang kelas ini, mengambil tema edukasi pertanian.

Tokoh masyarakat Jatipurno, Tarmin, mengabarkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan cinta sejak dini pada anak-anak di bidang agraris. Lokasi outing class dengan mendatangi lahan pertanian di Wisata Agro Panggil, Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Anak-anak datang dengan mendapat pendampingan dari para Guru Pembimbingnya. Di area agro wisata tersebut, anak-anak dikenalkan cara budidaya pertanian jenis hortikultura beragam sayur mayur. Sejak dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan dan pemupukan sampai pada kegiatan panen.

Kegiatan ini, sekaligus untuk menanamkan kecintaan terhadap alam dan pertanian sejak usia dini. Juga mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga mengamati berbagai jenis tanaman sayur, mencoba menanam benih, serta belajar memahami proses pertumbuhan hingga panen.

Pembimbing KB Budi Utomo Jatipurno, Entin Yuliana SPd, menjelaskan, kegiatan ini dirancang agar anak-anak bisa belajar di luar ruang kelas, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. “Melalui outing class ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang dunia pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga pemetikan hasil sampai penanganan pascapanen,” ujarnya.

Bermakna

Mereka bisa observasi langsung, bereksplorasi dengan objek nyata, dan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Entin, menyatakan, pemilihan lokasi wisata agro di wilayah sendiri, menjadi nilai tambah tersendiri bagi kegiatan tersebut. ”Anak-anak jadi lebih mengenal potensi lokal. Mereka belajar bahwa kekayaan dan keindahan alam bisa ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka,” katanya.

Selain menumbuhkan cinta terhadap alam dan lingkungan, anak-anak dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan petani lokal, anak-anak belajar bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan lingkungan baru.

Salah satu orang tua siswa, Martina Indah Megarani, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan positif ini. “Saya sangat bangga dengan program outing class ini,” tuturnya. Sebab, anak-anak bisa belajar langsung di alam terbuka, tidak hanya mendengarkan teori di kelas. Mereka tampak lebih ceria, aktif dan memperoleh pengalaman baru yang berharga.

Kegiatan edukatif ini juga dihadiri oleh Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan SKom, yang memberikan apresiasi atas inisiatif sekolah dan para pendidik. “Outing class seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan potensi lokal sejak dini kepada anak-anak.

Acara ini mendapatkan dukungan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jatimulyo. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah Gapoktan, menjadi contoh nyata penerapan pembelajaran kontekstual yang bermakna pada anak usia dini.(Bambang Pur)