WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, mengajak tokoh agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ambil bagian dalam pengawasan program pembangunan. ”Melalui FKUB, masyarakat teredukasi dengan baik, Karena imbauan dan pernyataan tokoh agama, bisa menyejukkan suasana,” tegasnya.
Tokoh FKUB Wonogiri, H Joko Santosa HP, mengabarkan, penegasan pucuk pimpinan Kabupaten Wonogiri tersebut, Rabu (22/10/25), disampaikan saat memberikan sambutan pada Rakor Pengurus FKUB Wonogiri. “Saya senang bisa bersama para pengurus FKUB, sekalian nitip pesan-pesan program kepada masyarakat, tentang apa yang sudah dan akan dilakukan jajaran Pemkab Wonogiri,” ujar Bupati Setyo Sukarno.
Ikut hadir, Kepala Badan Kesbangpol Imam Rahmat Santosa dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cholil. Rakor membahas rencana studi tiru Kesbangpol-FKUB Salatiga ke Wonogiri, serta Rakor FKUB se Solo Raya di Wonogiri Bulan November mendatang.
Ketua FKUB Wonogiri, Ustadz Zainal Abidin, melaporkan kesiapan forum yang beranggotakan 17 pemuka Ormas Keagamaan di Wonogiri ini, dalam menyongsong dua helatan penting tersebut. “Kami di Wonogiri ini, dinilai berhasil dalam merekomendasikan izin operasional tempat ibadah. Baik itu tempat ibadah umat IsIam, Kristen, Katolik, Hindu maupun Budha sama saja. Ini karena moderasi beragama terjalin baik, juga karena peran Bupati maupun Kesbangpol, yang selalu membersamai kami,” kata Zainal Abidin.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, mengimbau seluruh elemen masyarakat termasuk FKUB, bisa memahami kondisi pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran. Meski ada skala prioritas, program mendasar yang langsung menyentuh kepentingan rakyat tetap dijalankan. “Jika dari pusat ada (program) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan di daerah ada program pembangunan 1.000 sumur pantek, itu tetap akan kita teruskan, ” tandas Bupati.
Dikatakan, meski TKD (Transfer Ke Daerah) Wonogiri tahun ini turun tajam, namun komitmen Pemkab Wonogiri tidak akan menaikkan pajak atau retribusi. Menurut Bupati, isu kenaikan pajak bisa menimbulkan reaksi keras penolakan dari masyarakat. Bupati menyatakan tidak sungkan berpesan kepada para tokoh agama, untuk ikut mensosialisasikan kepada masing-masing umatnya, bahwa Pemkab Wonogiri tidak menaikkan pajak atau retribusi.(Bambang Pur)













