GROBOGAN (SUARABARU.ID) — Sat Binmas Polres Grobogan bersama Dinas Sosial Kabupaten Grobogan kembali melaksanakan razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PGOT) di wilayah Purwodadi dan Gubug, Rabu (15/10/2025).
Razia tersebut diawali dari Rumah Penampungan Dinas Sosial Kabupaten Grobogan yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi.
Sejumlah petugas gabungan bergerak menelusuri beberapa titik yang sering menjadi lokasi aktivitas PGOT. Seluruh kegiatan berjalan tertib di bawah pengawasan personel Sat Binmas Polres Grobogan.
BACA JUGA : Polisi Hutan KPH Randublatung Penyuluhan Siskamling Bersama Masyarakat
Keterlibatan kepolisian, khususnya Sat Binmas, bertujuan memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Muhadi, memimpin langsung jalannya operasi bersama unsur Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi.
Menurutnya, razia PGOT menjadi langkah berkesinambungan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib dan manusiawi.
Muhadi menjelaskan, kegiatan ini tidak sekadar mengamankan individu di jalan, melainkan juga bagian dari program perlindungan sosial agar setiap warga yang terjaring dapat memperoleh pembinaan dan perawatan yang layak.
Ia menambahkan, program rehabilitasi sosial saat ini diarahkan untuk membantu masyarakat yang menghadapi permasalahan sosial di luar panti, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan pemulihan tanpa keterkaitan dengan kasus HIV/AIDS maupun penyalahgunaan NAPZA.
“Razia ini merupakan bagian dari Gerakan Grobogan Hebat, yang menekankan percepatan penanganan sosial berbasis kemanusiaan dan pemberdayaan warga secara berkelanjutan,” ujar Muhadi.
Dalam pelaksanaan razia, Dinas Sosial melibatkan beberapa pejabat teknis, antara lain Kabid Rehabilitasi Sosial Heru Widodo Nur Arifin, Kasi Penanganan ODGJ Subandi, serta Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Yuli Herawati.
Selain itu, turut hadir Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Bangkit Setyo P. yang memastikan aspek ketertiban umum tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Tenaga medis dari RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi yang dipimpin oleh dr. Ririn Hidayati juga mendampingi tim dalam pemeriksaan kesehatan para PGOT yang terjaring.
Hasil operasi gabungan tersebut menjaring lima orang, terdiri dari empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan satu pengamen jalanan. Seluruhnya kemudian dibawa ke rumah penampungan untuk menjalani proses pendataan dan pembinaan lanjutan.
Setelah pendataan, tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis terhadap masing-masing individu untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Kasat Binmas Polres Grobogan, Iptu Fauzi Surya Chandra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata bentuk penertiban, tetapi juga wujud empati terhadap kelompok rentan di masyarakat.
Menurutnya, razia PGOT menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan agar warga yang mengalami kesulitan hidup di jalan bisa kembali mendapatkan hak-hak sosialnya.
“Setiap orang berhak hidup dengan layak dan aman. Melalui razia ini, kami berupaya menolong mereka agar bisa memperoleh penanganan yang sesuai,” ungkap Iptu Fauzi.
BACA JUGA : UKSW Gelar Job Fair 47, Tawarkan 253 Lowongan Kerja
Ia juga mengapresiasi kolaborasi seluruh instansi yang telah bekerja sama dalam operasi tersebut. Sinergi itu dinilai penting agar proses rehabilitasi sosial dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan razia PGOT ini akan terus dilaksanakan secara berkala oleh Sat Binmas dan Dinas Sosial Grobogan sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban sosial dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap tidak hanya menertibkan jalanan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
TYA WIDYA













