WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sejumlah 33 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Kabupaten Wonosobo kembali belajar bertani di Kebun Belajar Tani (KBT) milik Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) di Rojoimo Wonosobo, Rabu (8/10/2025).
Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dispaperkan Wonosobo Umar Shoid mengatakan aktifitas belajar bertani di Kebun Belajar Tani ini merupakan session ke-2, setelah sebelumnya sejumlah siswa SRMA juga melakukan hal serupa di tempat yang sama.
“Kami kembali menyelenggarakan kegiatan Kebun Belajar Tani sebagai sarana pembelajaran pertanian praktis bagi generasi muda. Ini merupakan program kerjasama antara Dispaperkan dengan SRMA 35 Wonosobo,” jelasnya.
Sebanyak 33 siswa SRMA 35 Wonosobo yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias. Mereka didampingi oleh 4 guru. Dengan mengenakan uniform lapangan mereka tak canggung terjun langsung ke lahan pertanian.
Materi pembelajaran yang diberikan meliputi praktek pengolahan lahan menggunakan cultivator, pembuatan pupuk cair dan penyemaian bibit menggunakan media soil block.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi praktik menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Alat pertanian tersebut tentu merupakan hal yang asing bagi mereka.
“Seru sekali!” ujar Siti Maesaroh, salah satu peserta, dengan wajah gembira setelah berhasil mengoperasikan cultivator untuk pertama kalinya.
Pupuk Cair

Menurut Choirul Hamdani, salah satu instruktur pelatihan, hampir seluruh peserta berani mencoba mengoperasikan alat olah tanah tersebut.
“Alat yang digunakan kali ini memang disesuaikan dengan kondisi siswa. Ukuran mesin pertanian tidak terlalu besar sehingga relatif mudah dikendalikan,” jelasnya.
Sementara itu, sesi pembuatan pupuk cair difasilitasi oleh instruktur Vera Leksana dan Riza Asrawan. Sedangkan pembelajaran pembuatan media pembibitan soil block dibimbing oleh Chozinul Asror.
Kepala SMA Sekolah Rakyat 35 Wonosobo, Anik Wulandari, menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kegiatan ini. Proses belajar bertani bagi pelajar SRMA tentu sangat memberikan kesan yang mendalam.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti semua sesi. Semoga kegiatan Kebun Belajar Tani ini dapat menambah bekal pengetahuan dan keterampilan siswa. Dan bisa menumbuhkan minat mereka terhadap dunia pertanian,” ungkapnya.
Melalui program Kebun Belajar Tani, Dispaperkan Wonosobo berkomitmen untuk terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pertanian, sekaligus mengenalkan praktik pertanian modern yang ramah lingkungan dan aplikatif.
Wonosobo merupakan daerah berbasis pertanian. Maka generasi muda milenial perlu dikenalkan dengan dunia pertanian secara modern. Apalagi produk pertanian merupakan penopang utama sektor ekonomi di daerah ini.
Muharno Zarka













