WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, akan memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada para bakul korban pasar kobong. Harapannya, mereka yang terdampak musibah terbakarnya Pasar Kota Wonogiri, dapat bangkit kembali.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Kamis (9/10/25), mengabarkan, penegasan tentang Bansos tersebut, diungkapkan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, saat menggelar sarasehan dengan para pedagang Pasar Kota Wonogiri. Sarasehan berlangsung di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Ikut hadir Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo bersama jajaran Forkopimda dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari dinas instansi terkait.
Kebijakan untuk memberikan Bansos kepada para bakul korban pasar kobong, diharapkan dapat sedikit meringankan beban para pedagang yang kehilangan tempat usaha, dagangan dan modal, akibat kebakaran Pasar Kota Wonogiri.
Sementara itu, taksir kerugian pedagang akibat kebakaran yang melanda Pasar Wonogiri, totalnya mencapai Rp 81,5 miliar. Itu kerugian pedagang, belum termasuk kerusakan bangunan pasar yang terlalap api. Pemkab Wonogiri menetapkan status darurat dalam dua pekan usai kejadian kebakaran. Seperti diberitakan, Pasar Kota Wonogiri terbakar Senin sinihari (6/10/25).
Bersamaan itu, Pemkab Wonogiri akan segera membangun pasar darurat yang diawali dengan pembuatan site plan-nya. Juga terus melakukan koordinasi, agar proses relokasi dan pembangunan pasar darurat bisa segera terealisasi. Kegiatan ini, mencerminkan respons cepat dan adanya kolaborasi kuat antara Pemkab Wonogiri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri. Utamanya dalam menanggulangi dampak sosial-ekonomi pasca kebakaran Pasar Kota Wonogiri.
Pungli
Terkait dengan Bansos untuk para bakul korban pasar kobong, dijelaskan itu akan diberikan kepada para pedagang yang memiliki los atau kios di Pasar Kota Wonogiri yang terbakar. Nominal besaran Bansos-nya Rp 1 juta berujud uang tunai. Bansos ini diberikan kepada pedagang yang sudah terdata sebagai penjual di Pasar Kota Wonogiri.
Mekanisme penyalurannya, akan disesuaikan agar lebih adil dan porposional. “Kompensasi Rp 1 juta akan kami hitung lagi. Ada yang punya 10 kios, ada yang cuma satu. Supaya adil, kemungkinan dihitung per kios. Dananya diambil dari belanja tidak terduga,” jelas Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Selain kompensasi, Pemkab juga menyiapkan pasar darurat lengkap dengan fasilitas listrik dan air. Lokasinya, sementara ditempatkan di area luar Pasar Wonogiri yang masih memungkinkan untuk aktivitas jual beli. Namun, pedagang diminta siap pindah ketika lokasi itu nantinya dibangun untuk pasar sementara yang lebih tertata.
Bupati Setyo, menegaskan, tidak ada pungutan apapun dari pemerintah kepada pedagang terdampak kebakaran. Ia juga memperingatkan, masyarakat agar tidak tergiur tawaran kavling lapak dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.
“Tidak ada pengkaplingan. Kalau ada yang jual lapak Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, itu bukan dari kami,” tegas Bupati Setyo Sukarno. Pemerintah, tandas Bupati, tidak menarik sepeser pun. ”Kalau ada aparat kami yang melakukan pungli, akan langsung kami tindak tegas,” tegasnya.(Bambang Pur)













