blank
Anak-anak asyik dolanan engklek di halaman Roemah Marta Tilaar Gombing, Kebumen, Sabtu 4/10.(Foto:SB/RMT)

GOMBONG (SUARABARU.ID) – Festival Dolanan Tradisional (FDT) 2025 yang digelar di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, Kebumen, Sabtu (4/10) sukses menarik antusiasme  masyarakat.

Acara yang berlangsung sehari itu diikuti tak kurang  737 pengunjung dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari anak Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Membawa tema “Keluar dari Layar, Ayo Dolanan,” festival ini menghadirkan 12 jenis permainan tradisional yang dimainkan bersama. Meliputi lompat tali, gangsing bambu, engklek, bekel, congklak, dam-daman, egrang batok, egrang bambu, bakiak, holahop, yoyo, dan unclang karet.

Panitia juga menyediakan  mainan tradisional untuk dicoba oleh pengunjung. Seperti telepon kaleng, pistol kayu engkol, dan othok-othok yang banyak menarik perhatian anak-anak. Setiap pengunjung berpartisipasi dengan penuh semangat. Menjadikan halaman Roemah Martha Tilaar Gombong dipenuhi sorak gembira, tawa, dan suasana nostalgia permainan masa kecil.

blank
Anak-anak bermain gangsing di Roemah Marta Tilaar Gombong, Kebumen, Sabtu 4/10.(Foto:SB/RMT)

Selain permainan, festival ini juga diisi workshop kerajinan janur yang mengajarkan anak-anak cara membuat keris dari daun kelapa muda. Tak kalah menarik, workshop manik-manik yang berbayar juga menjadi daya tarik pengunjung yang ingin membuat cincin, gelang, gantungan ponsel, atau aneka kreasi sesuai keinginan.

Menurut Ketua Panitia Festival Dolanan Tradisional (FDT) 2025 Khasib Fatoni, acara ini tidak hanya menjadi wadah bermain, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai permainan tradisional.

“ Melalui festival ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat, sportivitas, dan kecerian anak-anak lewat permainan tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan dan niai pendidikan,”ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas. Mulai pelaku UMKM, sekolah dan para sukarelawan yang bersama-sama saling membantu dan mendukung seluruh rangkaian acara.

Dukungan ini menunjukkan bahwa semangat untuk menjaga tradisi dan nilia-nilai tradisional masih kuat di tengah perkembangan zaman.

Melalui FDT 2025 panitia berharap agar acara tersebiu dapat menjadi agenda tahunan yang menginspirasi masyarakat untuk menghidupkan kembali permainan tradisional.

Apalagi permainan tradisional dan dolanan anak merupakan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan kreativitas serta kearifan lokal yang ada di dalamnya dapat diwariskan ke generasi mendatang.

Komper Wardopo