blank
Kegiatan FGD Wali Kota Damar Prasetyono dengan insan olah raga Kota Magelang. (Dok KONI)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Sejak KONI Kota Magelang berdiri, baru kali ini wali kota menginginkan  diselenggarakan Focus Group Disscusion (FGD) dengan insan olah raga di kota ini. Tujuannya memberi saran, masukan, usulan dan  sebagainya untuk meningkatkan prestasi olah raga.

 

‘’FGD diselenggarakan atas inisiatif Wali Kota Magelang Bapak Damar Prasetyono. Tentu KONI Kota Magelang menyambut baik inisiatif  tersebut,’’ kata Ketua Umum KONI Kota Magelang, Ali Sobri Sungkar, pada acara yang digelar Senin sore (6/10) di Pendapa Pengabdian.

 

Ali menambahkan, di Jateng saya pantau FGD antara bupati dan wali kota dengan insan olah raga belum  pernah diadakan.

 

‘’Tujuan FGD diselenggarakan menyatukan hati untuk bersama-sama meningkatkan olah raga di Kota Magelang,’’  ujar Ali.

FGD mengundang atlet beserta orang tuanya, pelatih, pengurus cabor dan Pengurus KONI Kota Magelang, berikut Dewan Penyantun dan Dewan Kehormatan KONI. Hadir juga Sekda Hamzah Kholifi dan Kepala Disporapar Sarwo Imam Santoso. Ikut pula hadir Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Narisqa.

 

Wali Kota menegaskan, pemerintah komitmen untuk meningkatkan olah raga prestasi di Kota Magelang. Olah raga prestasi membutuhkan biaya tinggi. Di kancah internasional atlet yang banyak meraih medali antara lain Amerika Serikat, Cina dan negara yang memiliki dana banyak.

 

‘’Pembinaan atlet hingga meraih prestasi tidak lepas dari dana. Selain itu, perlu juga kepedulian semua pihak termasuk orang tua atlet. Jika tidak,  maka prestasi sulit meningkat,’’ tegas Damar.

 

Menurutnya, melatih atlet tidak bisa instan atau dadakan. Harus bertahap dan berjenjang terutama pembibitan. Semua cabang olah raga harus memberlakukan seperti itu.

 

‘’Setiap sekolah harus ada guru olah raga, jadi pembibitan masuk sekolah. Siswa yang punya bakat tapi tidak bisa masuk klub, akan kita tampung,’’ungkapnya.

 

Eddy pelatih cabor sepatu roda mengatakan, tempat latihan kurang memadai.  Yang digunakan latihan di sekitar perumahan Depkes. ‘’Dengan tiga atlet putri dan satu putra, kami bertekad bulat meraih prestasi di Porprov Jateng,’’ tegasnya.

 

Sukanto dari Perbakin mengatakan, pada Porprov lalu meraih 3 emas dan satu perak. Lapangan tembak yang belum punya adalah tembak sasaran dalam ruangan. ‘’Mohon dipinjami gedung yang tidak dipakai,’’ ujarnya.

 

Menanggapi itu, wali kota mengatakan, dibanding daerah lain di wilayah eks Karesidenan Kedu, Kota Magelang bisa dikatakan memiliki fasilitas lengkap.

 

Mas Damar panggilan akrabnya menerangkan, terkait kebutuhan cabang olah raga, kita inventarisasi dulu. Kita punya tanah di dekat RS Prof dr Soerojo. Kita manfaatkan tanah itu, sekaligus memecah keramaian ke wilayah utara,’’ ungkapnya.

 

Doddy Ardjono