blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sejumlah kader, simpatisan, Satgas Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) PPP Wonosobo menyayangkan pernyataan Ketua DPW PPP Jateng Suyono yang menyebut Ketua DPC PPP setempat, Khairullah Al Mujtaba (Gus Itab) “gagal” memimpin PPP di wilayahnya.

“Kami kader, simpatisan, Satgas GPK PPP Wonosobo, menolak keras narasi bahwa Gus Itab, telah “gagal” memimpin PPP di daerahnya. Pasalnya, fakta di lapangan justru terjadi sebaliknya,” lontar salah satu Satgas GPK PPP Wonosobo, Ahmad Albar, Kamis (18/6/2026).

Menurut Albar, sejak Gus Itab memimpin DPC PPP Wonosobo, justru mesin partai lebih hidup. Cucu al-maghfurlah KH Muntaha Al-Hafidz (Mbah Mun) itu, kerap turun ke bawah, merangkul kalangan pesantren, majelis taklim dan komunitas muda di desa.

“Hasilnya nyata, jiwa militansi dan semangat pemilih PPP di Pemilu 2024 justru naik signifikan dibanding periode sebelumnya. Warga kembali percaya dan memilih PPP karena melihat keteladanan, kesantunan dan kedekatan Gus Itab dengan ummat,” tegasnya.

Peningkatan suara dan antusiasme kader PPP, sebut Albar, telah menjadi saksi nyata di masyarakat, bukan angka di atas kertas. Pihaknya menilai SK DPP PPP yang mencopot Gus Itab tidak berdasarkan realita yang ada.

Tutup Kantor

blank
Perwakilan PAC PPP se-Wonosobo saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai di Kantor DPP PPP di Jakarta. Foto : SB/Muharno Zarka

“Muscab DPC PPP Wonosobo sebagai forum tertinggi kader sudah memberi mandat pada Gus Itab, tapi malah diabaikan. Menilai “gagal” padahal semangat pemilih naik, sama saja menutup mata terhadap kerja keras kader PPP di lapangan,” tegas Albar.

Kader dan Satgas GPK menutup Kantor DPC PPP Wonosobo, ujarnya, bukan lantaran tidak menerima perubahan, tapi karena menolak keputusan yang mengkhianati hasil Muscab DPC PPP dan menodai perjuangan Gus Itab yang sudah menghidupkan PPP Wonosobo.

“PPP Wonosobo adalah milik kader. Selama Gus Itab masih dipercaya rakyat, maka beliau tetap Ketua DPC PPP Wonosobo di hati kami. Muscab sudah memutuskan dan suara kader PPP sudah bulat mendukung Gus Itab,” tutur dia.

Disebutkan Albar, mengabaikan hasil Muscab PPP dan melabeli Gus Itab dengan kata “gagal” sama artinya melecehkan keringat seluruh kader Wonosobo. Kader dan Satgas GPK telah berjuang bersama Gus Itab untuk membesarkan PPP.

“Karena itu, kami menolak pernyataan Suyono tersebut. Kata “gagal” tidak pantas disematkan kepada pemimpin yang justru mengembalikan ruh perjuangan PPP di Wonosobo. Jumlah suara PPP naik di Pemilu 2024,” ungkapnya.

Kader PPP bertekad, jika SK DPP PPP tidak diganti sesuai hasil Muscab dan marwah Gus Itab tidak dipulihkan, maka Kantor DPC PPP Wonosobo akan tetap ditutup. Hal itu merupakan bagian dari sikap kader PPP untuk tetap menjaga kebenaran dan amanah pendiri serta pejuang PPP.

Muharno Zarka