blank
Rapat koordinasi persiapan pelatihan yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Perindustran dan Perdagangan Kab. Jepara, Isnan Haryoko di Gellery Jepara Wood Carving Kamis, 18/6-2026. Foto: Manan

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Untuk meningkatkan kualitas seni ukir Jepara agar tetap unggul dalam  persaingan di pasar regional,  nasional dan bahkan global sebanyak 60 orang pengukir dan kreator limbah kayu akan di mengikuti pelatihan  Pelatihan Inovasi Produk dengan Ornamen Ukiran dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo. “Masing-masing kategori pelatihan akan diikuti oleh 30 peserta,” ujarnya.  Disamping mendapatkan ketrampilan teknis, peserta juga  akan mendapatkan  materi tentang  sejarah budaya seni ukir Jepara, tambahnya

Penyampaian  materi tentang sejarah dan budaya ini menurut Anjar Jambore Widodo sangat penting. “Seni ukir mulai tahun 2015  telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan bahkan kita ingin menjadikan seni ukir sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia,” ujarnya.

Karena itu kita tidak boleh hanya melihat seni ukir dari kepentingan ekonomi, tetapi juga harus memahami dari sisi kebudayaan. “Dengan demikian diharapkan spirit untuk melestarikan budaya seni ukir dapat terus kita jaga bersama,” terangnya.

Lebih lanjut Anjar menjelaskan, untuk pelatihan teknis akan dibagi di dua tempat yaitu Gallery Jepara Wood Carving untuk Pelatihan Inovasi Produk dengan Ornamen Ukiran dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu dengan materi penggunaan resin akan diselenggarakan di Casateka Ujungbatu, Jepara.

“Harapan kami nantinya para perajin dapat menerapkan ketrampilan yang didapat dari para instruktur untuk mengembangkan kualitas produk yang dikerjakan,” pungkas Anjar Jambore Widodo

Manan – Syafiq