SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kampus Konservasi, sukses menggelar kegiatan “Empower Roadshow: Driving Sustainable Energy Transition”.
Acara ini merupakan langkah nyata dalam mempercepat transisi menuju energi hijau di Indonesia yang berlangsung di Gedung Satmoko, LPPP Unnes. Kegiatan ini menarik perhatian ratusan peserta baik secara offline maupun online.
Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan meningkatnya kebutuhan energi dan urgensi perubahan iklim global, yang menuntut pergeseran sistem energi menuju keberlanjutan.

PLN Indonesia Power UBP Semarang secara khusus mengajak Unnes untuk bersinergi, memanfaatkan peran akademisi dalam meningkatkan kesadaran publik, serta memperkuat aksi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat menuju energi berkelanjutan.
Wakil Rektor I Unnes, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT PLN Indonesia Power UBP Semarang atas inisiatif kolaborasi ini.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, dan kerja sama yang terjalin semakin baik guna meningkatkan kesadaran untuk bertransisi menuju energi baru terbarukan,” ujar Prof. Zaenuri, belum lama ini.
Sementara itu Flavianus Erwin Putranto, Senior Manajer PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menegaskan, acara ini merupakan bagian istimewa dari peringatan 30 tahun PLN Indonesia Power dengan tema besar “Driving Sustainable Energy Transition.”
Ia menyebut, tema ini tidak hanya menegaskan komitmen perusahaan, tetapi juga menekankan bahwa transisi energi merupakan tanggung jawab kolektif dari setiap pemangku kepentingan.
Dalam seminar ini menghadirkan para pakar di bidang energi. Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU (Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi) tampil sebagai Keynote Speaker.
Dalam paparannya, Prof. Eniya merinci arah kebijakan pengelolaan energi nasional dan strategi pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Langkah-langkah strategis yang disampaikan mencakup Program Pengembangan EBT, CCS/CCUS, sumber energi baru, elektrifikasi, penerapan efisiensi energi, dan moratorium PLTU.













