MAGELANG (SUARABARU.ID) – Sinergi merupakan kunci utama dalam meningkatkan akseptasi sistem pembayaran digital di daerah. Dengan sinergi, edukasi terkait menfaat sistem pembayaran digital dapat tersebar lebih luas, sehingga mendukung perluasan akseptasi sistem pembayaran digital di daerah.
Penyelenggaraan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa Tahun 2025 ini menjadi momentum untuk terus sinergi KPwDN se-Jawa untuk bersama-sama memperluas akseptasi sistem pembayaran digital di Indonesia.
QJI Wilayah Jawa merupakan rangkaian kompetisi QJI yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh KPwDN. Peserta berasal dari berbagai latar belakang: siswa, mahasiswa, pegawai, wiraswasta, hingga kreator konten.
Peserta dalam tim 2-3 orang menjalankan misi yang berpusat pada edukasi sistem pembayaran digital di masyarakat dengan cakupan QRIS, Pelindungan Konsumen, APU-PPT, BI-FAST, hingga CBP Rupiah.
Peserta juga diharuskan membuat video dalam pelaksanaan misi di lapangan dan mengunggahnya ke media sosial sebagai sarana edukasi jangka panjang kepada masyarakat.
QJI dilaksanakan oleh setiap KPwDN tidak lepas dari sinergi, salah satunya dengan PJP, Pemda, Komunitas, serta stakeholder lainnya.
“Tim pemenang dari QJI Tingkat KPwDN akan lolos ke tingkat Wilayah. Oleh karena itu, terdapat 14 tim pemenang dari QJI tiap KPwDN se-Jawa sebagai peserta di QJI Tingkat Wilayah Jawa,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, Kamis 2 Oktober 2025.

QJI Wilayah Jawa diselenggarakan pada 2- 4 Oktober 2025 bertempat di Kabupaten Magelang, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.
Senada dengan QJI Tingkat KPwDN, peserta juga akan melaksanakan misi lapangan dalam rangka edukasi sistem pembayaran digital serta melakukan pengunggahan aktivitas edukasi pada media sosial.
Pada tahun ini, QJI juga mengintegrasikan budaya sebagai aspek edukasi. Sebagai wilayah yang kaya akan kebudayaan, QJI Wilayah Jawa menjadi perpaduan antara edukasi kebudayaan Jawa yang penuh dengan keunikan serta optimalisasi perluasan akseptasi sistem pembayaran digital.
Terdapat tujuh misi yang disusun untuk QJI Wilayah Jawa, seperti misi pertama adalah terkait QRIS, yakni peserta melakukan edukasi QRIS serta melakukan QRIS Experience di Kawasan Candi Borobudur.
Misi kedua, peserta melakukan QRIS Experience di sektor transportasi yakni di Trans Jogja serta melakukan edukasi terkait elektronifikasi transportasi di Tugu Golong Giling Yogyakarta. Misi ketiga, peserta melakukan edukasi CBP Rupiah pada masyarakat di Pasar Beringharjo Yogyakarta.
Peserta juga akan menjelajahi budaya Indonesia pada misi keempat yakni membuat vlog tentang kebudayaan di Kampung Kauman, Kota Surakarta. Pelindungan Konsumen juga menjadi topik pada misi kelima, yakni peserta akan melakukan sosialisasi pelindungan konsumen kepada masyarakat sekitar di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang.
Peserta juga akan melakukan misi elektronifikasi dengan melakukan QRIS Experience untuk retribusi digital di Kawasan Kota Lama Semarang sebagai topik misi keenam. Terakhir BI-FAST juga menjadi topik di misi 7 yakni peserta mendaftarkan proxy adress BI-FAST pada masyarakat sekitar di Lawang Sewu, Kota Semarang.
Berdasarkan data hingga Agustus 2025, realisasi volume QRIS nasional mencapai 8,8 Milliar transaksi atau sebesar 136,6% dari target yang sebesar 6,5 Milliar. Adapun jumlah pengguna mencapai 57,6 jt dan 40,5 jt merchant.
Di Pulau Jawa, realisasi volume QRIS pada Agustus 2025 mencapai 7,5 Miliar transaksi atau sebesar 85% volume QRIS Nasional. Adapun jumlah pengguna 39,5 juta dan 27,3 juta merchant yang didominasi skala usaha UMKM dan berlokasi di Provinsi DKI Jakarta (6 juta pengguna dan 6,3 juta merchant).
“Capaian tersebut tidak terlepas dari pengaruh kompetisi QJI yang diselenggarakan oleh seluruh KPwDN. Kompetisi QJI Wilayah Jawa dapat menjadi katalis untuk terus mendorong akseptasi QRIS dan sistem pembayaran digital,” pungkasnya.













