blank
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang di Auditorium BPVP Kota Semarang, Selasa 30 September 2025. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah mulai melaksanakan program Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dengan sasaran target adalah keluarga tidak mampu dengan tingkatan peserta didik dari SD, SMP, dan SMA.

Di Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 14 tempat Sekolah Rakyat dengan fasilitas sarana prasarana mumpuni dan guru – guru terbaik siap menampung para peserta didik dari keluarga tidak mampu dari sekitaran lokasi sekolah.

“Di Jateng ada 14 Sekolah Rakyat, tapi kalau di seluruh Indonesia ada 165 titik lokasi,”  kata Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang di Auditorium Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Semarang, Selasa 30 September 2025.

Agus menjelaskan, semua peserta didik Sekolah Rakyat ini adalah anak-anak yang punya latar belakang berbagai macam untuk kemudian masuk ke sekolah yang sama. Sehingga, tujuan pemerintah memutus transmisi kemiskinan dan agar semua anak bisa bersekolah secara setara bisa tercapai.

Sebagai catatan, untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Semarang untuk tahap awal program ini telah menerima 50 siswa SD dan 50 siswa SMA (2 rombongan belajar) yang secara keseluruhan berasal dari desil 1 Kota Semarang dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah.

“Seperti pesan bapak presiden (Prabowo) yang menginginkan semua anak Indonesia sekolah tanpa terkecuali, dimana yang miskin semuanya harus sekolah. Dan di sini (Sekolah Rakyat) fasilitas yang disediakan untuk proses belajar mengajar merupakan fasilitas unggulan sehingga mereka bisa pintar dan berkarakter,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengatakan, semua peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Semarang merupakan siswa pindahan dari sekolah sebelumnya yang ditawarkan untuk pindah melanjutkan ke Sekolah Rakyat.

“Jadi mereka istilahnya tidak mulai dari nol lagi, tapi melanjutkan. Tentunya kita ada ketentuan khusus yang bisa ikut Sekolah Rakyat, tapi diutamakan dari keluarga tidak mampu dari sisi ekonomi,” katanya.

Disinggung soal lokasi fisik Sekolah Rakyat di Kota Semarang, Bambang menyatakan dirinya belum mau berkomentar lebih jauh soal pembangunannya, namun untuk lokasinya sendiri ada di sekitar wilayah Rowosari, Semarang Timur.

“Kemungkinan (Sekolah Rakyat Rowosari) itu kita mulai pada tahun ajaran baru di 2026, untuk yang program Sekolah Rakyat saat ini, kita lakukan di BPVP dengan dua rombongan belajar tingkat SD dan SMA,” katanya.

Hery Priyono