blank
Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, menegaskan, asesmen lapangan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen universitas untuk terus mengupayakan keunggulan akademik. Foto: UKSW

Tenaga Medis Unggul

Sementara itu, Bendahara Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana, Rina R. Rahmawati, S.E., Akt., menegaskan pentingnya akreditasi ini sebagai instrumen strategis untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Ia menyampaikan harapan agar proses asesmen tidak hanya memperkuat tata kelola akademik, tetapi juga meneguhkan komitmen UKSW dalam melahirkan tenaga medis unggul yang siap mengabdi kepada masyarakat dengan kompetensi dan integritas tinggi.

Senada dengan itu, dr. Eko Arisetijono, Sp.S (K), selaku perwakilan asesor, menjelaskan bahwa kehadiran LAM-PTKes hendaknya dipahami bukan semata-mata sebagai mekanisme penilaian, melainkan sebagai bentuk kemitraan dalam menumbuhkan budaya mutu. Menurutnya, akreditasi adalah ruang kolaborasi untuk memastikan bahwa lulusan kedokteran memiliki kualitas yang berorientasi pada keselamatan pasien.

“Prinsip yang kami junjung adalah continuous improvement, sebuah proses perbaikan berkelanjutan dalam sistem penjaminan mutu. Yang terpenting bukan sekadar penilaian baik atau tidak, melainkan bagaimana institusi mampu menegakkan prinsip tata kelola akademik yang berkesinambungan sesuai standar internasional,” jelasnya.

Posisi LAM-PTKes yang telah memperoleh pengakuan internasional dari World Federation of Medical Education (WFME) semakin menguatkan legitimasi asesmen ini. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa pendidikan kedokteran yang diakreditasi oleh LAM-PTKes memiliki kesetaraan standar dengan institusi kedokteran dunia, sehingga membuka ruang bagi lulusan kedokteran Indonesia, termasuk dari UKSW, untuk diakui pada level global.

Momentum Bersejarah

Kegiatan asesmen dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan (WR PAK) Profesor Ferdy Semuel Rondonuwu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) Priyo Hari Adi, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Profesor Eko Sediyono, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy. Hadir pula Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Adita Sutresno, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan, dr. Vienna Alodia Lesmana, Sp.PA; serta segenap dosen, direktur direktorat, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UKSW.

Hadir juga dosen-dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) yang sejak awal terlibat langsung dalam mendampingi proses pendirian, yakni dr. Carla Kairaupan, Ph.D, Sp.KKLP., Dr. dr. Herlina I. S. Wungouw, Ms.App.Sc., M.Med.Ed., Dr. dr. Greta Jane Pauline Wahongan, M.Kes., Sp.Par.K., dr. Herdy Munayang, M.A., dr. Elvin Angmalisang, M.Biomed., dr. Henry Palendeng, M.Sc., Sp.KKLP., dr. Irene Melief Adellina Rumampuk, Sp.M.

Dengan dukungan penuh dari universitas, yayasan, serta mitra eksternal, asesmen lapangan ini diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi Fakultas Kedokteran. Akreditasi ini mengukuhkan dukungan UKSW terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3 kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-10 berkurangnya kesenjangan, dan SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

UKSW juga ikut berkontribusi dalam mencapai program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), serta Asta Cita 7 peningkatan pemerataan pembangunan dan penguatan daerah.

Ning S