JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 256 siswa SMP Negeri 6 Jepara telah mengunjungi masjid Mantingan, Selasa 30 September 2025. Kunjungan edu wisata sejarah ini merupakan salah satu bentuk studi kokurikuler yang dikembangkan sekolah tersebut. Rombongan siswa yang didampingi 12 orang guru ini diterima secara langsung oleh pengurus yayasan Drs Sutarya, MM dan Dr. Ahmad Selamet, M.Ag. yang juga menjadi narasumber edu wisata ini.
Kepada siswa keduanya menjelaskan secara rinci peninggalan di kompleks masjid Mantingan yang dikenal dengan nama Astana Sultan Hadlirin. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia serta memiliki peran besar dalam syiar Islam.
Dilihat dari bentuk fisiknya, Masjid Astana Sultan Hadlirin ini memiliki 3 keunikan yaitu kental dengan budaya Hindu. “ Dalam tampilan secara kasat mata, banyak menampilkan bentuk-bentuk bunga teratai, dengan berbagai bentuk. Ada bunga yang sedang mekar dan ada yang sedang kuncup,” ujar Sutarya Sedangkan makna simbolis, bahwa bunga Teratai adalah lambang kesejahteraan dan juga lambang kesuburan, tambahnya.

Disamping itu masjid Astana Sultan Hadlirin juga sangat kuat budaya Islam. “Dilihat dari bentuknya, ada artefak ( ornamen ) geometrik. Ada yang berbentuk bintang 6, bintang 8, anyaman pita yang disusun secara lemah gemulai, sehingga menampilkan karya yang harmanis,” terang Sutarya yang juga dosen Unisnu Jepara.
Ciri lain dari masjid ini menurut Sutarya adalah kuatnya pengaruh budaya Cina. “Artefak ini bisa lihat di bagian depan sebelah tengah sisi kiri dan kanan,” tambahnya
Sementara salah seorang guru pendamping, Okky Indera, S.Pd menjelaskan kunjungan ke obyek sejarah ini adalah bagian untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga pada budaya daerah.
Dalam kunjungan ini siswa nampak antusias untuk mengetahui sejarah masjid Mantingan dan juga sejarah Ratu Kalimyamat. Setidaknya ada 8 anak yang bertanya.
Hadepe













