SEMARANG (SUARABARU.ID)– Seorang pria sepuh bernama Budiyanto berusia 73 tahun, tak henti mengucap syukur, usai menerima hadiah utama berupa paket umroh gratis.
Pria asli Kota Semarang yang tinggal di Rusun Kaligawe ini, tak menduga bakal mendapatkan hadiah utama, saat ikut dalam kegiatan jalan santai, Sakinah Funwalk dan Gas Nikah, yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, di Simpanglima, Semarang, Minggu (28/9/2025).
Usai menerima hadiah, Pak Budi, sapaan akrab laki-laki yang berpofesi sebagai buruh serabutan ini, berencana akan berangkat umroh. Namun dia akan merundingkannya terlebih dahulu dengan istri dan anak-anaknya.
BACA JUGA: IZI Jateng Salurkan Program Lapak Berkah dan Bantuan Alat Usaha untuk Warga Kemijen
”Saya tak menyangka akan mendapatkan hadiah utama Paket Umroh Gratis ini. Awalnya saya hanya ikut-ikutan saja mencari kupon untuk ikut kegiatan jalan santai ini. Alhamdulillah, saya beruntung mendapat hadiah umroh,” kata dia sambil menahan haru.
Disampaikan juga, awalnya dia bingung mencari kupon untuk kegiatan jalan santai ini. Usai bertanya-tanya pada sejumlah peserta, kemudian dia diarahkan untuk menemui salah satu panitia untuk meminta satu kupon.
Beruntung, satu kupon yang dia miliki itu membawa berkah, usai dia mengikuti jalan santai yang menyusuri bundaran Lapangan Pancasila Simpanglima, menuju Jalan Pahlawan dan kembali ke garis start-finish, di depan Masjid Baiturrahman, Semarang.
BACA JUGA: Dewan Pers: Istana Agar Beri Penjelasan soal Pencabutan ID Card Jurnalis CNN Indonesia
Sementara itu, seperti diketahui, Kemenag punya program yang diberi nama Gas Nikah, yang merupakan akronim Gerakan Sadar (Gas) Pencatatan Nikah. Inovasi ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag.
Tujuan gerakan ini, membangun kesiapan lahir dan batin kalangan muda-mudi untuk menikah. Program ini tidak hanya menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara legal, tetapi juga memberikan edukasi tentang makna pernikahan sebagai fondasi terbentuknya keluarga sakinah.
”GAS Nikah menjadi sarana penting, untuk menyiapkan anak muda menghadapi pernikahan dengan lebih matang. Kami ingin mereka memahami pernikahan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, sesaat sebelum melepas sekitar 1.000an peserta jalan santai, Sakinah Funwalk dan Gas Nikah.
BACA JUGA: Indahnya Langit Baliangasal saat Pelayang Kebumen Kopdar
Dalam penjelasannya, Abu Rokhmad menyebutkan, ada fenomena penurunan angka pernikahan, meskipun jumlah penduduk muda Indonesia tergolong besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tercatat 69,75 persen pemuda Indonesia belum menikah.
Menurut dia, penurunan angka pernikahan di usia nikah, dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya gaya hidup anak muda, yang semakin nyaman hidup sendiri. Sebagian anak muda berpandangan, kebahagiaan dapat diraih tanpa menikah. Pandangan ini semakin diperkuat dengan narasi di media sosial, yang kerap menggambarkan pernikahan penuh masalah.
Melalui program Gas Nikah, Kemenag berharap, dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pemuda, tentang pentingnya membangun keluarga. Pernikahan dipandang bukan sekadar ikatan pribadi, tetapi juga pondasi lahirnya generasi penerus bangsa yang kuat.
BACA JUGA: Balapan Seru, Lintasan Highspeed Akan Lewati Pemukiman Warga di Tegalsari
”Kita ingin anak-anak muda tidak lagi menunda pernikahan, hanya karena tren gaya hidup. Mereka harus berani memutuskan menikah, ketika sudah siap. Dengan pencatatan yang sah, mereka akan terlindungi secara hukum dan sosial,” tandas Abu Rokhmad.
Hadir di acara ini, Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad MA, Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Kakanwil Kemenag Jateng Dr H Saiful Mujab MA, sejumlah pejabat dan pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Baiturrahman dan perwakilan Kemenag Kabupaten/Kota
Riyan













