blank
Puluhan jenis layang-layang menghiasi langit Desa Balingasal, Kecamatan Padureso, Kebumen, Minggu (28/9) sore.(Foto:SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Puluhan pelayang atau yang hobi bermain layang-layang se Kebumen Minggu (28/9) sore kopdar atau berkumpul di Desa Balingasal, Kecamatan Padureso.

Tak ayal langit di area persawahan Desa Balingasal, tepi jalan raya Prembun-Wadaslintang dan sekitar 6 kilometer utara Prembun itu pun dipenuhi layang-layang. Beraneka bentuk layang-layang disertai bunyi sendaren pun membuat langit Desa Balingasal makin indah dan riuh.

Mereka datang dari Pejagoan, Alian, Ambal, Mirit, Petanahan, Prembun dan sekitar Padureso. Para pelayang itu berkumpul untuk sekadar kopdar dan bertemu seraya unjuk gigi memamerkan koleksi layang-layang mereka.

blank
Pemuda Desa Kertodeso, Kecamatan Mirit, Kebumen, membawa layang-layang berukuran besar dengan mobil pikap.(Foto:SB/Komper Werdopo)

Ada yang menerbangkan layang-layang konvensional. Ada yang bentuknya seperti burung. Ada pula layang-layang menyerupai ikan dan burung. Bahkan satu dua pelayang juga menampilkan koleksi layang-layang modern seperti  ular naga dengan ekor yang panjang kerlap-kerlip.

Jarwo Yuwono, tokoh masyarakat di Desa Balingasal mengungkapkan, kopdar para pelayang itu diinisiasi oleh anak-anak muda di desanya. Mereka memanfaatkan puncak musim kemarau   berkumpul dan mengudang para penggemar layang-layang untuk menerbangkan koleksinya sebagai hiburan dan hobi.

Lukman (23), pemuda asal Desa Kertodeso, Kecamatan Mirit, mengaku datang membawa layang- layang khas pantai selatan, berukuran besar dengan mobil pikap. Dia tahu ada kopdar para pelayang se Kebumen dari postingan di media sosial.

”Kami mengajak teman ikut meramaikan kopdar para pelayang. Asal tak hujan dan cuaca cerah tiap sore kami juga bermain laying-layang,”tukas pemuda tersebut dan diiyakan beberapa temannya.

Sementara itu Rivan, pemuda asal Desa Sidototo Kecamatan Padureso menyempatkan melihat atraksi layang-layang tersebut untuk hiburan. Dirinya diajak temannya nonton layang-layang ke Desa Balingasal yang tak jauh dari Desa Sidototo di bawah Waduk Wadaslintang.

blank
Layang-layang ular dengan ekor panjang terbang di atas Desa Balingasal, Padureso, Kebumen, Minggu 28/9.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Hal senada diungkapkan oleh Tri Ramadan dari Desa Kalijering Padureso bersama temannya. Aditya dari Kalijering Kecamatan Pituruh mengaku sore itu melihat layang-layang di Balingasal mengisi  waktu santai.

Menurut informasi, para pelayang diminta sekadar iuran dan memperoleh kupon dan diundi. Para pelayang yang beruntung mendapatkan hadiah atau semacam doorpize dari penyelenggara.

Sayangnya sore itu cuaca di langit Balingasal sedikit mendung sehingga angin tak begitu kencang seperti hari biasanya. Namun atraksi layang-layang tersebut tetap menarik perhatian dan cukup menghibur  bagi warga seraya duduk-duduk di pematang sawah.

Komper Wardopo