blank
Proyek jembatan Winong, di daerah perbatasan Ngawi-Sragen sedang dalam pengerjaan. Foto: Anind

Nilai kontrak proyek sebesar Rp5,7 miliar dengan rencana bentang jembatan sepanjang 24 meter (tanpa pilar), lebar jalan efektif 6 meter, dan total lebar konstruksi mencapai sekitar 8 meter. Tinggi jembatan direncanakan sekitar 7 meter.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyono menyampaikan untuk menjaga kekuatan pondasi, DPU Sragen juga membangun groundsill atau bangunan penahan sedimen. Hal ini penting mengingat sebelumnya bendung di sekitar lokasi sempat jebol sehingga aliran deras berpotensi menggerus tanah di sekitar jembatan.

Groundsill ini berfungsi sebagai pengaman terhadap gerusan tanah akibat arus deras, sehingga tidak membahayakan struktur jembatan,” jelas Bowo.

Meski sempat terkendala kiriman banjir dari wilayah hulu, pekerjaan tetap bisa dilanjutkan dengan melibatkan sekitar 40 tenaga pekerja di lapangan.

Untuk tahun 2025, lanjut Ari, Jembatan Winong menjadi proyek pembangunan jembatan terbesar yang ditangani DPU Sragen.  “Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di perbatasan Sragen dan Ngawi,” tuturnya berharap.

Anind