blank
Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso saat menggunakan momentum Hari Tani Nasional 2025 untuk memberdayakan petani dengan intensifikasi tanaman jagung. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID)- Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso memanfaatkan  momentum peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2025 untuk membuat petani di Jepara semakin berdaya. Karena itu ia menggelar acara sosialisasi tanam jagung dan memfasilitasi kerjasama antara petani dengan  Perumda Aneka Usaha Jepara uguna  mengembangkan tanaman jagung pada musim tanam ini  di Desa Keling, Kecamatan Keling, Jepara

Sebab menurut Junarso,  Hari Tani Nasional  tanggal 24 September yang ditetapkan oleh Presiden Ir. Soekarno   dengan Keputusan Presiden No. 169 Tahun 1963 ini ditujukan  untuk memperingati perjuangan petani dalam  membebaskan diri dari kemiskinan serta memberi apresiasi terhadap perjuangan para petani,” ujar Junarso yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jepara  usai menggelar acara sosialisasi tanam jagung di dukuh Kampung Anyar, Desa Keling Jepara, Sabtu (20/9-2025)

blank
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo saat menjelaskan skema kerjasama dengan petani. Foto: Hadepe

Dalam acara yang diikuti oleh 30 petani penggarap lahan PTPN seluas 10 ha ini hadir juga Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, ketua kelompok Abdul Rokim dan tokoh masyarakat Muh Yusuf ini, Junarso juga menegaskan komitmennya untuk mengawal program-program pemberdayaan petani. “Ini bagian dari program peningkatan ekonomi kerakyatan,” tegasnya

Karena itu melalui kerjasama petani dengan Perumda Aneka Usaha  yang memberikan kepastian dan  pembinaan mulai pengolahan lahan hingga kepastian pasar hasil pertanian diharapkan kesejahteraan petani meningkat. “Jika kondisi tersebut tercapai, maka dipastikan anak-anak muda mau turun kembali kesawah untuk mengelola lahan mereka,” ujar Junarso.

blank
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, bersama Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso dan para petani. Foto: Hadepe

Sementara Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo yang hadir sebagai narasumber menjelaskan secara rinci sejumlah  skema kerjasama yang dapat dilakukan dengan petani. “Kami tidak semata-mata hadir untuk kepentingan bisnis, tetapi juga mendapatkan amanat dari Bapak Bupati Jepara untuk turut mensejahterakan petani melalui kerjasama yang adil,” ujarnya.

Jepara yang menurut Wike memiliki lahan seluas  100  juta yang terdiri dari lahan sawah dan tegalan sebenarnya memiliki potensi pertanian yang besar. “Karena itu selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Jepara dan program Nasional, kami memiliki komitmen kuat untuk membuat petani berdaya dengan mengembangkan manajemen pertanian,” urainya. Kami tentu membuka diri untuk membangun kerjasama dengan para petani  di kabupaten Jepara, pungkasnya.

blank
Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan bersama Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, Foto: Hadepe

Sedangkan Ketua Kelompok Petani Jagung, Abdul Rokim mengaku skema kerjasama  yang ditawarkan oleh  Perumda Aneka Usaha Jepara ini menumbuhkan optimisme petani. “Selama ini kami mengelola lahan secara tradisional, mulai pengolahan lahan hingga pasca panen. Karena kami tidak memiliki akses pasar, maka sering pula dipermainkan oleh tengkulak hingga harga jatuh,” terang Abdul Rokim.

Karena itu menurut Abdul Rokim petani menyambut hangat kerjasama yang ditawarkan oleh perusahaan plat merah ini. “Sebab Perumda Aneka Usaha memberikan kepastian dan pendampingan mulai pemilihan bibit, pengolahan lahan hingga penjualan hasil pertanian,” pungkasnya.

Hadepe