blank
Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo. Eksibisi tinju digelar di halaman Balai Kota Semarang yang diikuti oleh 32 pelajar se-Kota Semarang. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam rangka mencegah pelajar tawuran di jalanan, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) bersama Dispora Kota Semarang menggelar eksibisi tinju untuk pelajar.

Diadakan di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu malam 20 September 2025, sebanyak 32 pelajar dari berbagai sekolahan di Kota Semarang mengikuti kompetisi tinju 3 ronde tersebut.

blank

“Kami di dewan menaruh perhatian besar atas maraknya kasus tawuran pelajar di Kota Semarang belakangan ini. Makanya kami mendorong adanya wadah pembinaan bagi mereka (pelajar) untuk berpartisipasi di ajang eksibisi olahraga tinju ini,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo.

Politisi yang biasa disapa RAW dan juga Ketua Pertina Kota Semarang ini mengatakan, ajang ini menjadi wadah positif bagi anak-anak yang memiliki mental bertarung agar tidak menyalurkannya di jalanan, melainkan di atas ring tinju.

“Eksibisi ini bertujuan agar anak yang mempunyai mental bertarung tidak melakukannya di jalanan, tapi difasilitasi di atas ring. Data menunjukkan, pelaku tawuran belakangan ini kebanyakan adalah pelajar,” katanya.

Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan ini membeberkan, eksibisi ini diikuti sekitar 32 pelajar SMA dan SMK se-Kota Semarang. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok pelatihan, yakni sasana barat di YTBK Boxing Camp dan sasana timur di sasana Rambing Boxing Camp (RBC).

Selama 18 hari, para peserta mendapatkan pelatihan dasar tinju mulai dari teknik, aturan, hingga larangan dalam pertandingan. Pertina juga menyiapkan wasit, juri, serta perangkat pertandingan agar kegiatan berlangsung sesuai standar olahraga tinju.

“Secara teknis, eksibisi ini menggunakan format pertandingan tinju amatir. Pertarungan digelar tiga ronde, masing-masing berdurasi dua menit,” jelas Rahmulyo.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran energi positif, tetapi juga membuka peluang bagi pelajar yang berpotensi untuk meraih prestasi olahraga di masa depan.

“Dengan pembinaan sejak dini, mereka bisa diarahkan untuk menjadi atlet tinju yang berprestasi, bukan terlibat dalam tawuran di jalanan,” katanya.

HP