blank
Petugas kesehatan dari Puskesmas Ngawen melakukan sidak di SPPG Ngawen 1 Blora, dengan meninjau menu makanan serta fasilitas dapur untuk memastikan pelayanan gizi sesuai standar operasional proseduar (SOP). Foto: el Nyunanto

BLORA (SUARABARU.ID)– Ramai beredar informasi mengenai dugaan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Menindaklanjuti kabar tersebut, petugas kesehatan dari Puskesmas Ngawen melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi, salah satunya SPPG Ngawen 1 di RT 02/RW 06, Kelurahan Ngawen, Senin (22/09/2025).

Sidak dipimpin langsung oleh dua petugas kesehatan, yakni ahli gizi Frolin dan petugas kesehatan lingkungan Elisa. Mereka meninjau ruang pemorsian, gudang basah, gudang kering, tempat pencucian, sanitasi, hingga menu makanan yang disajikan.

Frolin mengatakan pihaknya awalnya cukup khawatir dengan isu yang menyebutkan program Makanan Berbasis Gizi (MBG) di Blora berjalan tidak sesuai ketentuan. Namun setelah dilakukan pengecekan, hasilnya justru berbanding terbalik.

“Kami terkejut, ternyata tidak sesuai dengan informasi yang beredar. SPPG Ngawen 1 masih sangat baik dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan,” ungkap Frolin usai sidak.

Sementara itu, Elisa menilai bahwa secara umum fasilitas dan pelayanan di SPPG Ngawen 1 sudah memenuhi standar. Meski demikian, ia menekankan masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi.

“Secara umum, SPPG Ngawen 1 sudah sangat baik. Namun, ada beberapa bagian yang masih perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi agar lebih optimal,” jelas Elisa.

Sebagai petugas kesehatan, Elisa mengingatkan, bahwa meskipun sebagian SPPG sudah sesuai SOP, masih ada beberapa yang memerlukan perhatian lebih agar program MBG di Blora dapat berjalan maksimal dan memberi dampak positif bagi pemenuhan gizi masyarakat.

“Meski sebagian SPPG sudah sesuai SOP, tetap ada beberapa yang perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini penting supaya program MBG di Blora bisa berjalan maksimal dan benar-benar berdampak positif bagi pemenuhan gizi masyarakat,” pesan Elisa

Kepala SPPG Ngawen 1, Choirul Anwar, menyambut baik kedatangan tim kesehatan dan hasil evaluasi yang diberikan. Ia menegaskan pihaknya terbuka untuk menerima kritik dan siap melakukan perbaikan.

“Kami terbuka untuk menerima masukan dan akan segera melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari pihak kesehatan. Tujuannya tentu agar pelayanan gizi di sini semakin baik,” kata Choirul.

Lebih lanjut, Choirul menuturkan pihaknya kini juga berusaha lebih transparan dalam pengelolaan program.

“Kami sudah mulai mengunggah laporan serta kegiatan pelayanan gizi melalui media sosial agar bisa dipantau langsung oleh masyarakat,” tegas Choirul.

El Nyunanto