blank
Peserta, narasumber dan panitia workshop tata kelola sampah IKA UT berfoto bersama di Disarpus Kebumen, Minggu 21/9.(Foto:SB/IKA UT Kebumen)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Wilayah Kebumen kembali menggelar Sosialisasi Promosi (Sosprom) melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan workshop pengelolaan sampah dengan tajuk, “Mengolah Sampah Menata Masa Depan”, Minggu (21/9).

Kegatan berlangung di Gedung Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen , dihadiri oleh lima puluhan peserta, termasuk penyelenggara. Mereka datang  dari beragam latar belakang dan profesi.

Workshop pengekolaan sampah untuk menata masa depan itui bekerja sama dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kebumen (di Jalan Cincin Kota No 7).

Annisa Quraini dari Labtanya Tanggerang Selatan yang menjadi pembicara pertama mengajak peserta bermain Kartu Rumah Minim Sampah (KMS) untuk membangun atmosfir baru dalam meminimalkan sampah.

blank
IKA UT menggelar Wokrshop pengelolaan sampah di Disarpus Kebumen Minggu 21/9.(Foto:SB/IKA UT Kebumen)

Annisa juga  mendorong perilaku warga dalam produksi dan konsumsi sampah serta mempromosikan prinsip sirkular dan regeneratif. Kartu Rumah Minim Sampah (KMS)  diproduksi oleh Labtanya yaitu unit kerja rintisan dari studio desain arsitektur Adhi Wiswakarma Dewantara yang berfokus pada riset untuk menyelesaikan tantangan ekologis di perkotaan. Labtanya, dimana Annisa Quraini bekerja memiliki program “Kota Tanpa Sampah”.

Menurut Annisa, melalui Kartu Rumah Minim Sampah (KMS) diperkenalkan Strategi 3 Pintu yaitu pintu depan (pra-konsumsi), pintu tengah (konsumsi), dan pintu belakang (pasca-konsumsi). Strategi ini bertujuan untuk mengurangi produksi dan konsumsi yang berlebihan, serta memilah sampah dengan cara yang efisien

Dalam waktu kurang lebih 1,5 jam peserta workshop larut dalam keseruan permainan kartu dan mendengar refleksi dan relevansi permainan kartu dengan kehidupan sehari-hari berkaitan dengan pencegahan sampah.

Teguh Hindarto, selaku Ketua IKA-UT dalam sambutannya menjelaskan  maksud tujuan kegiatan workshop ini selain menjadi medium sosialisasi promosi keberadaan Universitas Terbuka, sebagai pilihan terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan pendidikan yang lebih terjangkau.

Menuuut Teguh Hindarto, IKA UT juga berupaya memberikan edukasi publik melalui kegiatan workshop pengelolaan sampah. Mengapa pengelolaan sampah? Karena sampah selalu menjadi masalah dalam keseharian. Apakah cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan untuk mengolah sampah?

Teguh Hindarto mengutip buku berjudul, “Lagom: Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia” karya Lola A.Akerstrom yang mengatakan, “Apakah Anda tahu Swedia kekurangan sampah? Proses daur ulang di negara ini begitu sukses sehingga hanya terdapat kurang dari 4% sampah yang dikirim ke tempat-tempat pembuangan sampah dan Swedia mengimpor ribuan ton sampah dari negara-negara Eropa lainnya agar pusat-pusat daur ulangnya bisa terus beroperasi” (2021:202).

Bagaimana bisa? Tentu saja kebijakkan yang telah menjadi bagian struktur masyarakat tidak akan terwujud tanpa kultur yang melatarbelakangi yaitu Lagom. Itulah sebabnya dalam workshop ini mendatangkan dua pembicara yang intens mengelola sampah meski dengan pendekatan berbeda, di mana salah satu pembicara lebih menitikberatkan pada meminimalkan terjadinya sampah dalam keseharian dengan membangun awareness (kesadaran) perihal meminimaliskan sampah.

Setelah sambutan acara dilanjutkan sosialisasi promosi Universitas Terbuka sebagai pendidikan negeri sebagai pilihan terbuka melalui pendidikan jarak jauh oleh Darmono, Ketua Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).

Komper Wardopo