KUDUS (SUARABARU.ID) – Gelaran Polytron Superliga Junior 2025 yang berlangsung selama sepekan di GOR Djarum Jati Kudus, tidak hanya menjadi panggung bergengsi bagi pebulutangkis muda dari berbagai klub. Turnamen ini juga menjadi bukti nyata bahwa Kudus khususnya, dan Indonesia pada umumnya, dalam kondisi aman pasca aksi demonstrasi Agustus lalu.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan bahwa turnamen beregu junior ini sukses diikuti klub-klub dari delapan negara. Namun, sebelumnya ada sejumlah negara yang sempat membatalkan partisipasi akibat khawatir dengan situasi keamanan pasca kerusuhan.
“Beberapa negara seperti Selandia Baru, Vietnam, dan klub dari Malaysia sedianya ikut serta, tapi akhirnya batal. Mereka justru kecewa setelah mengetahui kejuaraan ini berlangsung aman dan sukses,” ungkap Yoppy, Sabtu (20/9/2025).
Menurutnya, Polytron Superliga Junior menjadi ajang penting bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mental bertanding. Turnamen beregu ini bahkan tergolong unik karena belum ada ajang serupa yang digelar oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
“BWF saja tidak punya kejuaraan beregu untuk kelompok umur. Hanya di Indonesia, tepatnya di Kudus, ajang seperti ini bisa terselenggara,” tegas Yoppy.
Format beregu, lanjutnya, berbeda dengan kejuaraan perorangan. Seperti halnya Piala Thomas dan Uber, pertandingan beregu menuntut teknik, strategi, sekaligus mental yang kuat. Hal ini menjadi modal penting bagi pemain muda untuk diproyeksikan ke tim nasional di masa depan.
“PB Djarum sebagai tuan rumah pun tidak bisa dipastikan menang dengan mudah. Klub-klub lain juga punya pemain berkualitas yang tampil penuh semangat mengejar juara,” tambahnya.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan ini, Polytron Superliga Junior 2025 tidak hanya melahirkan persaingan sengit antar klub, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah olahraga internasional yang aman dan terpercaya.
Ali Bustomi













