GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Warga digegerkan adanya bocah perempuan tenggelam di saluran irigasi Bendung Klambu pada Jumat (12/9/2025), sekitar pukul 11.00 WIB.
Perangkat Desa Klambu, Asti Nuris Soraya, pertama kali mendapat kabar dari warga terkait adanya jasad bocah yang tenggelam di saluran irigasi Bendung Klambu.
Mendapatkan laporan tersebut, dirinya segera melaporkannya ke Mapolsek Klambu untuk ditindaklanjuti.
BACA JUGA : Pos Penyedia Makan Siang Gratis Ditarget Selesai November
Kapolsek Klambu, AKP Arif Fachrudin, menjelaskan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung mengerahkan anggotanya menuju ke lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi kejadian, ternyata benar ada seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tewas tenggelam di saluran irigasi yang berada di samping SMPN 1 Klambu.
Kapolsek menjelaskan, korban diketahui berinisial HHA (6), siswi SDN 3 Klambu yang tinggal bersama keluarganya di Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan.
Kapolsek menjelaskan, dari keterangan keluarga, korban semula pulang sekolah lalu mampir ke rumah neneknya yang berlokasi tidak jauh dari sekolah, yakni di Dusun Kuniran. Di rumah itu, ia meletakkan tas dan bajunya.
Saat neneknya hendak mengambilkan baju ganti, HHA sudah tidak terlihat bersama dua keponakannya, yang masih kecil.
Beberapa saat kemudian, keponakannya yang bernama Kasian berteriak meminta tolong sambil mengatakan korban tenggelam di saluran irigasi.
Mendengar teriakan tersebut, nenek korban panik dan segera mencari pertolongan warga sekitar. Laporan diteruskan ke pihak kepolisian setempat dan segera dilakukan tindakan evakuasi.
Tim SAR gabungan dari BPBD Grobogan dan Polres Grobogan, bersama warga turun langsung melakukan pencarian terhadap jasad korban.
“Benar ada korban tenggelam di irigasi Klambu. Saat itu kami langsung menurunkan anggota untuk olah TKP sekaligus membantu proses evakuasi,” jelas AKP Arif Fachrudin.
Setelah dilakukan pencarian, korban HHA akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.
“Setelah dilakukan pencarian akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jasad korban kemudian dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman,” jelas AKP Arif.
Peristiwa ini menambah daftar kasus anak tenggelam di area irigasi yang kerap terjadi di wilayah pedesaan Grobogan.
Minimnya pengawasan serta kondisi saluran air yang cukup deras menjadi faktor rawan kecelakaan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya orang tua, dalam mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar aliran irigasi.
BACA JUGA : Jumat Berkah Kantor DPW PAN Jateng Sasar Warga Sekitar dan Ojol
Kapolsek mengingatkan, potensi bahaya sangat besar karena arus air sering tidak bisa diprediksi di saluran irigasi.
“Harapannya orang tua lebih hati-hati menjaga anak-anaknya, jangan sampai bermain di dekat saluran irigasi tanpa pengawasan,” tambah Kapolsek Klambu.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa aliran irigasi bukan sebagai tempat bermain anak. Keselamatan harus diutamakan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
TYA WIDYA













