blank
Juara I, II, III Lomba Gelar Desa Wisata Jateng 2025 berfoto bersama anggota Komisi B DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Kepala Disporapar Jateng M Masrofi, dan Sekda Banjarnegara Indarto. Foto: R. Widiyartono

BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) – Desa Wisata Sendangasri, Kabupaten Rembang tampil sebagai juara I Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025. Selanjutnya disusul juara II Kampung Wisata Ledok, Kota Salatiga, dan juara III Desa Telukawur Kabupaten Jepara.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Muhamad Masrofi, S.Sos, M.Si, anggota Komisi B DPRD Jateng dari Partai Golkar Ferry Wawan Cahyono, dan Sekda Banjarnegara Indarto di Hotel Fox Harris Banjarnegara, Kamis 11 September 2025.

Selanjutnya untuk juara harapan 1 Desa Bangsri, Kabupaten Blora, harapan II Desa Karanggayam Kabumen, dan juara harapan III Desa Jarum Kabupaten Klaten. Terpilih juga juara favorit yang penentuannya berdasarkan penonton video di tayangan Youtube adalah Desa Wanadadi, Banjarnegara.

Kepala Dinas Porapar Jateng M Masrofi saat membacakan sambutan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pemilihan Banjarnegara sebagai tuan rumah karena pada tahun 2024 Desa Wisata Rawalutung, Pagak, Mandiraja Banjarnegara meraih juara pertama lomba Gebyar Desa Wisata.

Tantangan dalam pengembangan Desa Wisata, kata Gubernur, antara lain jenis wisata di desa wisata yang hampir sama dalam suatu wilayah. Pengembangan sumber daya manusia menghadapi era digital, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

“Oleh karena itu, Desa wisata perlu terus menggali keunikan (Unique Selling Point/USP). Pengelola Desa Wisata dan masyarakat setempat juga harus meningkatkan kapasitas untuk merespon tuntutan zaman. Selain itu, infrastruktur perlu terus dibenahi untuk memberikan kemudahan akses dan kenyamanan wisatawan,” pesan Ahmad Luthfi.

Kepada seluruh pengelola Desa Wisata di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi berpesan, agar dapat terus menjaga kualitas daya tarik wisata, mengoptimalkan inovasi produk kreatif yang bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, berkolaborasi dengan BUMDes untuk pengembangan desa wisata, serta menyediakan akses masuk dan dukungan infrastruktur yang memadai untuk memberikan kenyamanan wisatawan.

blank
Penampilan tari memeriahkan puncak penyelenggaraan Grlar desa wisata Jateng di Hotel Fox Harris Banjarnegara, Kamis 11 September 2025. Foto: R. Widiyartono

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disporapar Jateng Aria Chandra Destianto mengatakan, pelaksanaan lomba Penganugerahan Gelar Desa Wisata Jawa Tengah Tahun 2025 dilakukan secara hybrid (online dan offline).

“Seluruh peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing Kabupaten/Kota diwajibkan melengkapi dokumen administrasi dan membuat video profil desa wisata yang diunggah melalui media sosial masing-masing desa wisata,” kata Aria Chandra.

Adapun yang menjadi kriteria penilaian adalah atraksi dan aktivitas wisata, pemasaran dan digitalisasi, aksesibilitas dan amenitas, sumber daya manusia, serta ramah lingkungan dan tanggap bencana.

“Untuk penilaian dilakukan oleh dewan juri berjumlah tiga orang yaitu R. Widiyartono wartawan senior dari suarabaru.id, Artin Bayu Mukti seorang akademisi dari Unisbank, dan Yanuar Vega Viditama kreator konten yang juga konsultan marketing communication,” ujar Aria Chandra.

Adapun penilaian dimulai dari pemeriksaan berkas administrasi, dilanjutkan dengan penilaian video. “Dari 29 daerah yang mengirim terpilih 10 besar, dan inilah yang dilakukan verifikasi lapangan oleh para juri di 10 desa wisata tersebut,” kata Aria.

Para pemenang juara I, II, III dan harapan I, II, III masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang, plakat, dan piagam penghargaan. Sedangkan 10 besar nomine mendapatkan piagam penghargaan, termasuk di antaranya Desa Wisata Tlogoguwo Kabupaten Purworejo, Desa Wisata Bedagung Kabupaten Pekalongan, dan Desa Wisata Wonosoco Kabupaten Kudus.

Acara ini juga dihadiri 19 kepala OPD yang mengampu pariwisata di kota/kabupaten se-Jawa Tengah, para kepala desa, dan pengelola desa wisata dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

R. Widiyartono