SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lapas Perempuan (LPP) Semarang menutup kegiatan pelatihan salon kecantikan rambut dan kuku yang sudah berlangsung selama 12 hari.
Dalam penutupan tersebut Lapas Perempuan Semarang yang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Widya menyerahkan sertifikat kepada 20 warga binaan (narapidana) yang telah mengikuti pelatihan, sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah mereka kuasai.
Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal penting ketika warga binaan kembali ke masyarakat, sehingga memiliki keterampilan mandiri untuk membuka usaha ataupun bekerja di bidang kecantikan.
Kepala Lapas Perempuan Semarang, Ade Agustina menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik dengan LPK Widya.
“Kami berharap keterampilan yang sudah diperoleh ini bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan. Kecantikan tidak hanya sebatas penampilan, tetapi juga tentang percaya diri dan peluang usaha di masa depan,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Acara penutupan semakin semarak dengan penampilan fashion show dari para peserta pelatihan. Sebanyak 20 narapidana tampil percaya diri memamerkan hasil karya berupa tatanan rambut dan kuku cantik yang telah mereka pelajari selama pelatihan, memberikan nuansa berbeda dan penuh kebanggaan.
“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang tata rambut dan nail art, tapi sekarang saya bisa mempraktikkannya. Terima kasih kepada Lapas dan LPK Widya karena ilmu ini sangat bermanfaat,” ujar salah satu narapidana yang mengikuti pelatihan.
Dirinya berharap setelah bebas nanti bisa membuka usaha kecil-kecilan di bidang kecantikan.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Perempuan Semarang terus berupaya memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan, agar kelak mereka lebih siap dan mandiri menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
Ning S













