
Dalam pengamatan Tim IZI, Pulau Tidung memiliki masalah kemiskinan yang cukup serius. Hal ini terjadi berkaitan erat dengan faktor ekonomi, seperti biaya hidup tinggi, biaya kebutuhan pokok, termasuk pangan dan pakaian.
Menurutnya, Pulau Tidung dan sekitarnya yang menjadi tujuan pariwisata belum cukup menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kemiskinan warga di sekitar pulau-pulau yang ada. Hal ini terjadi karena sebagian besar penduduk masih berprofesi sebagai nelayan.
Selain itu, ada PR yang cukup penting untuk segera diatasi, yakni soal lingkungan hidup. Adanya abrasi, berkurangnya pohon-pohon bakau, serta sampah yang menumpuk di sekitar pantai maupun sebagian perairan menjadi permasalahan yang menuntut solusi nyata.
“Melihat itu semua, kami dari Tim IZI memiliki ide mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis perikanan dan pariwisata lokal, guna memajukan masyarakat Pulau Tidung dan sekitarnya di Kepulauan Seribu,” imbuhnya.
Upaya yang masih dalam bentuk ide dan gagasan ini diharapkan akan diinisiasi Tim IZI DKI Jakarta untuk segera menemukan langkah nyata mengembangkan sub-sektor ekonomi kreatif, seperti video, film, dan fotografi, serta pelatihan dan pendampingan bagi pengusaha kecil yang ada di sana.
“Perlu ada edukasi terkait kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dan peningkatan kampanye produk binaan masyarakat yang akan dihasilkan, agar bisa tumbuh dan menopang kebutuhan ekonomi warganya,” pungkasnya.
Ning S













